Nasional

Soal Usulan Hari Resolusi Jihad, PBNU: Silahkan Diperingati

Kamis, 23 Oktober 2014 16:26 wib

...
Ketua PBNU Saifullah Yusuf (kemenag/santrinews.com)

Surabaya – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saifullah Yusuf (Gus Ipul) rupanya kurang sreg dengan usulan PCNU Kabupaten Jombang kepada Presiden Jokowi agar setiap tanggal 22 Oktober diperingati Hari Resolusi Jihad NU.

“Untuk usulan itu perlu kajian dulu. Jangan kebanyakan hari peringatan, Rek. Resolusi Jihad silakan diperingati, tapi tidak harus ada hari sendiri. Biarkan diperingati berbarengan Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November,” tegasnya, Kamis 23 Oktober 2014.

Diberitakan sebelumnya, seperti dilansir Beritajatim, PCNU Jombang meminta agar pemerintahan baru yang digawangi Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menetapkan 22 Oktober sebagai hari besar nasional guna memperingati Hari Resolusi Jihad. Alasannya, pada 22 Oktober 1945, resolusi jihad telah dikumandangkan oleh ulama NU melalui KH Hasyim Asy’ari.

Lewat pintu resolusi jihad itu pula akhirnya berkobar pertempuran 10 November 1945 di Surabaya yang sekarang diperingati sebagai Hari Pahlawan.

“Artinya, resolusi jihad punya peran penting dalam pertempuran 10 November mengusir penjajah. Resolusi Jihad adalah jiwa patriotisme ulama membela tanah air,” kata Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, KH Isrofil Amar, Rabu 22 Oktober 2014. (jaz/ahay)