Nasional

NU dan Pesantren Punya Andil Besar bagi Indonesia

Selasa, 28 Mei 2013 19:09 wib

...
H Moh Mahfud MD (santrinews.com/ist)

Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) H Moh Mahfud MD merespon positif gerakan Nahdlatul Ulama (NU) kembali ke (spirit) pesantren dalam peringatan hari lahir ke-90. Sebab, menurutnya, NU dan pesantren punya andil besar bagi bangsa Indonesia.

Pria kelahiran Madura ini menegaskan, Indonesia tidak akan seperti sekarang ini jika organisasi sebesar NU tidak menerima ideologi Pancasila.

Hal itu diungkapkan Mahfud pada malam puncak harlah NU ke-90, di gedung Langen Palikrana, Pegadaian, Jakarta Pusat, Senin, 27 Mei 2013.

Selain Mahfud, hadir juga dalam acara tersebut antara lain Ketua DPR RI H Marzuki Alie, Menteri Koperasi Syarif Hasan, putra Presiden RI ke-3 Ilham Akbar Habibie, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Saat ini, kata Mahfud, masih terdapat sekelompok orang yang masih belum menerima pancasila sebagai ideologi negara. Ia mencontohkan saat ramai asas tunggal, NU justru tampil mendukung pancasila. “Artinya kalau NU bersikap lain, negara ini belum final seperti sekarang,” katanya.

Ia berharap NU dan pesantren tetap memberikan sumbangsih bagi bangsa Indonesia dalam menemukan jalan keluar dari berbagai masalah.

Dalam memperingati harlahnya ke-90, NU mengusung semangat pesantren sebagai ide besar dalam memberikan sumbangsih bagi perbaikan Indonesia ke arah yang lebih baik.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj mengatakan, kembali ke pesantren bisa dimaknai dengan mengadopsi semangat santri (sebutan siswa-siswa pesantren) dalam menjalani kehidupannya selama menimba ilmu di pesantren. Selain ilmu agama, pesantren juga mengajarkan kemandirian, etika, dan pengabdian tanpa batas.

“Dari sana muncul etos kerja dan kebersamaan,” kata Kang Said – panggilan akrab Kiai Said.

Dia menambahkan Indonesia saat ini tengah mengalami krisis kepemimpinan. Dari semangat kembali ke pesantren, diharapkan akan bisa dilahirkan pemimpin yang memiliki etos kerja baik.

Tidak hanya di penentuan lahirnya pemimpin yang amanah di waktu mendatang, melalui semangat kembali ke pesantren NU juga akan memperjuangkan terwujudnya toleransi yang lebih baik di tengah masyarakat.

“Sebagai organisasi kemasyarakatan keagamaan yang selalu menjunjung tinggi toleransi, dengan sendirinya NU akan memperjuangkan toleransi di tengah masyarakat yang sangat beragam, baik dari kacamatan agama, etnis, bahasa dan budaya,” katanya. (ahay/saif)