Nasional

Diancam ISIS, Ini Tanggapan Ketua Umum Ansor

Jum'at, 26 Desember 2014 21:02 wib

...
Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, H Nusron Wahid (santrinews.com/kompas)

Jakarta – Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, H Nusron Wahid mengaku, geram dengan pernyataan ancaman yang dikeluarkan kelompok Islam radikal ISIS. Secara tegas, ia tak akan ragu mengerahkan kekuatan Ansor untuk melawan kelompok tersebut apabila mereka mengganggu kedaulatan NKRI.

“Bagi Ansor dan NU (Nahdlatul Ulama), NKRI dan Islam rahmatan lil “˜alamin adalah harga mati, tidak bisa ditawar-tawar. Kalau untuk NKRI kita nyatakan perang juga enggak apa-apa,” tegas Nusron, Jumat, 26 Desember 2014.

Dalam menyebarkan ajarannya, Nusron mengatakan, kelompok ISIS mengusung gagasan Khilafah Islamiyah. Menurut dia, gagasan tersebut tak boleh dikembangkan di belahan dunia manapun.

Selain itu, Nusron menambahkan, munculnya tantangan ISIS itu mengindikasikan bahwa mereka ingin mengembangkan paham tersebut di Tanah Air.

“Statemen tantangan itu, menandakan Indonesia akan dijadikan daerah tujuan Khilafah (Islamiyah). Kita jangan sampai kecolongan,” kata Nusron.

“Karena itu, kita harus makin gencar melakukan edukasi dan penyadaran ke basis-basis masyarakat bahwa NKRI itu yang paling relevan. Khilafah itu hanya utopia yang tidak ada jaminan dan ujung kemanfaatannya,” Nusron menambahkan.

Ia menambahkan, pihaknya telah siap apabila sewaktu-waktu ISIS datang. Kendati demikian, ia tak ingin mengirimkan anggota Ansor ke Suriah, lokasi di mana ISIS berada, untuk melawan kelompok itu.

“Kalau datang ke Indonesia, kita siap menghadapi. Kalau ke Syria buat apa? Mending kirim ke daerah bencana. Banyak pahala dan manfaatnya,” katanya.

Sebelumnya beredar video di laman Youtube, yakni seorang pria berkumis dan berjanggut dengan menggunakan bahasa Indonesia, mengancam Panglima TNI Jenderal, Polri, dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Video berdurasi 04:01 menit yang diunggah oleh akun bernama Al-Faqir Ibnu Faqir pada 24 Desember 2014 tersebut berjudul “Ancaman wahabi terhadap Polisi, TNI dan Densus 88, Banser”.

Pada awal tayangan, pria itu langsung menyebut Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kepolisian, dan Banser dengan sebutan laknatullah alaih. Pria itu mengatakan menunggu kedatangan TNI, Polri, dan Banser.

Belum diketahui identitas pria itu dan sedang berada di mana saat video itu dibuat. “Apabila kalian tidak datang kepada kami, kami akan datang kepada kalian,” kata pria tersebut. (us/ahay)