Nasional

Peraih UN Tertinggi Banjir Hadiah

Senin, 03 Juni 2013 15:57 wib

...
Suasana UN. (dok/santrinews.com)

Jakarta – Keinginan Achmad Syafi’i untuk menata ulang kehidupan orang tuanya yang bekerja sebagai kuli bangunan dan pembantu rumah tangga pelan-pelan mulai terwujud. Keberhasilannya sebagai peserta ujian nasional dengan nilai tertinggi se-Jawa Timur–rata-rata 9,67–yang membuka jalan itu. Kini, siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Tuban itu kebanjiran hadiah. “Saya memang sudah bekerja keras untuk ini semua,” kata dia, Ahad, 2 Juni 2013 lalu.

Anak kuli itu menerima piagam dan “bonus” uang tunai senilai Rp 45 juta dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Tawaran beasiswa dari sejumlah pabrikan semen di Tuban juga menghujaninya. Seseorang bernama Ida dan mengaku asisten dari artis terkenal Ibu Kota juga menghubunginya. Ida meminta nomor rekening karena ingin ikut memberi hadiah uang. Orang tua Achmad sampai dipaksa membuat rekening di bank untuk menampung pemberian tersebut.

Achmad kemarin sedang menjalani tes untuk mendapatkan beasiswa pendidikan selama tiga tahun dari pabrik semen Holcim. Dia mengaku sangat bersyukur. “Niat saya selama ini belajar siang dan malam hanya untuk meningkatkan taraf kehidupan dan membantu orang tua,” katanya.

Masa depan juga tengah ditata Elva Vidya, siswi SMA Kristen 5 Penabur, Jakarta. Dia menduduki peringkat keenam tertinggi ujian nasional se-Jakarta. Hadiah beasiswa pun datang untuk belajar di University of Toronto, Kanada.

Sama seperti Achmad, pemilik nilai rata-rata 9,75 ini (nilai fisika, matematika, dan kimia diraih dengan angka sempurna) juga mengaku bahwa kunci keberhasilannya adalah belajar keras. Bulan depan, putri seorang dosen ini akan berangkat ke Kanada. Di sana, dia memilih jurusan life science selama empat tahun. “Saat ini aku masih bingung mau jadi dokter atau peneliti, lihat nanti selama kuliah bagaimana,” ujarnya akhir pekan lalu.

Sukacita juga menyelimuti Gracia Isaura Raulina, siswi SMA Negeri 8 Jakarta. Nilainya setingkat di bawah Elva, meski dengan nilai rata-rata yang sama. “Aku hanya ingin jadi orang yang berhasil, sukses, dan berguna bagi orang lain,” ujar dara yang berencana menempuh studi di Institut Teknologi Bandung ini. (saif/ahay).