Nasional

Menteri Marwan: Kiai Kampung Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Desa

Minggu, 29 Maret 2015 01:52 wib

...
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (DPDTT), Marwan Jafar (santrinews.com/beritasatu)

Palembang – Peran kiai kampung dan tokoh NU di pedesaan sangat dibutuhkan dalam mendorong kebijakan terkait pembangunan desa agar bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan desa dan kesejahteraan seluruh masyarakat desa.

“Kiai-kiai kampung bisa melakukan peran itu, karena selama ini secara informal telah berperan sebagai pemimpin dan tokoh panutan bagi masyarakat sekitarnya,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (DPDTT), Marwan Jafar saat memberi sambutan di depan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu 28 Maret 2015.

Sebagai pemimpin dan tokoh panutan masyarakat, Kiai kampung menurut Marwan, memiliki peran nyata dalam membantu program pembangunan desa.

“Pertama, dengan memberikan landasan keagamaan bahwa pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa adalah suatu ibadah jika niatnya untuk kebaikan dunia dan akhirat,” ujarnya.

Selain itu, kata Marwan, kiai kampung juga bisa memanfaatkan berbagai forum keagamaan untuk mengajak masyarakat mendukung dan ikut serta dalam pembangunan desa.

“Forum-forum keagamaan, seperti istighosah, pengajian cukup efektif dijadikan forum sosialisasi berbagai kebijakan tentang desa,” ujarnya.

Menurut Marwan, kiai kampung juga bisa berperan aktif dalam musyawarah desa khususnya dalam perumusan perumusan RPJMDes, RKPDes, dan APBDes.

“Jadi kiai kampung juga bisa mendorong beberapa kader NU untuk menjadi tenaga pendamping desa melalui proses rekrutmen terbuka yang diselenggarakan pemerintah,” ujar politisi PKB ini.

Kiai kampung yang tentunya sudah banyak mengenal potensi desa, kata Marwan, juga bisa berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi desa melalui pembentukan BUMDes.

“Terakhir, para kiai kampung juga bisa membangun silaturahmi dan sinergi dengan elemen masyarakat lainnya untuk mengawasi penggunaan dana desa agar sesuai dengan alokasinya dan mampu memberi manfaat nyata bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, menurut Marwan, harus bersinergi dengan pemerintah untuk membantu mendorong pembangunan desa-desa mandiri dan berkelanjutan yang memiliki ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Dalam konteks NU, partisipasi dalam pembangunan desa mengandung tanggung jawab sosial yang besar karena warga NU yang jumlahnya mencapai 50 juta orang mayoritas tinggal di pedesaan, dan secara sosial ekonomi masih sangat membutuhkan pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraannya,” ujarnya. (us/ahay)