Nasional

Marwan Jafar: Duet Gus Mus-Kiai Said Aqil Layak Dilanjutkan

Minggu, 17 Mei 2015 16:57 wib

Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Ja’far, hadir dalam kegiatan Pra Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 di Kota Medan, Sumatera Utara. Dalam sambutannya, dia menyebut kepengurusan Nahdlatul Ulama saat ini layak dilanjutkan.

“Kepengurusan NU saat ini yang digawangi Kiai Mustofa Bisri (Gus Mus) dan Kiai Said Aqil Siroj sudah bagus, dan layak dilanjutkan di periode berikutnya,” kata Marwan disambut tepuk tangan peserta Pra Muktamar, Sabtu, 16 Mei 2015.

Marwan menyebut lahir dan beroperasinya 23 Perguruan Tinggi/Universitas Nahdlatul Ulama, serta berkembangnya beberapa rumah sakit di kepengurusan NU lima tahun terakhir, adalah salah satu indokator keberhasilan yang layak dipertahankan dan ditingkatkan. Potensi untuk hal tersebut diakuinya sudah ada, tinggal diolah dan dikembangkan.

“Saat ini sedikitnya ada tujuh kader Nahdlatul Ulama yang duduk di kabinet kerja, dan semuanya siap mendukung pengembangan NU ke arah yang lebih baik. Di Kementerian Ristek Dikti misalnya, ada banyak sekali beasiswa yang bisa diberikan untuk pengembangan sumber daya manusia NU,” urai Marwan seraya menyebutkan satu persatu kinerja positif kader NU di kabinet kerja.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H Marsudi Syuhud mengatakan, Pra Muktamar NU ke-33 di Medan secara khusus akan membahas isu-isu ekonomi, untuk selanjutnya dibawa dalam perumusan rekomendasi di Muktamar NU ke-33 yang akan diselenggarakan di Jombang, Jawa Timur, 1-5 Agustus 2015 mendatang. Metode pemilihan Rais “˜Aam melalui Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) juga akan disosialisasikan dan dimatangkan di Medan.

Sementara Wakil Rais Syuriyah PWNU Sumatera Utara, H. Imron Hasibuan, seperti dilansir Okezone, menyampaikan ungkapan kebanggaannya atas dipilihnya Sumatera Utara sebagai lokasi pelaksanaan Pra Muktamar Nahdlatul Ulama.

“Ini kebanggaan untuk (Pesantren) Al Kautsar, kebangsaan warga Medan dan Sumatera Utara, karena di sini akan dibahas isu-isu untuk kemajuan NU kita tercinta, dan juga kemajuan bangsa dan negara,” kata Imron.

Pra Muktamar Nahdlatul Ulama edisi ketiga ini dipusatkan di Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu – Ahad, 16-17 Mei 2015. Kegiatan yang fokus membahas isu-isu ekonomi dan pematangan Ahlul Halli wal Aqdi sebagai metode pemilihan Rais “˜Aam tersebut diikuti oleh perwakilan wilayah dan cabang NU se Sumatera Bagian Utara (SUMBAGUT), meliputi Nahroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. (shir/ahay)