Nasional

Ini Prestasi Kiai Said Aqil Sirodj Selama Pimpin PBNU

Selasa, 28 Juli 2015 14:10 wib

...
KH Said Aqil Siroj usai Soft Launching Gerakan Ayo Mondok (santrinews.com/uswah)

Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Sirodj memastikan akan maju lagi dalam perebutan kursi ketua umum dalam Muktamar ke-33 NU di Jombang awal Agustus mendatang.

Kiai asal Cirebon itu maju kembali melanjutkan kiprah dan pencapaiannya yang dapat dikatakan berhasil di bidang pendidikan.

“Salah satu yang pasti saya lanjutkan adalah hasil di bidang pendidikan. Alhamdulillah, lima tahun ini sudah berdiri 25 Perguruan Tinggi NU, baik Sekolah Tinggi maupun Universitas,” kata Kiai Said di Kantor PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta, Selasa, 28 Juli 2015.

Kiai Said memastikan ke-25 kampus yang sudah didirikan adalah milik NU. “Dari dulu NU sudah memiliki universitas, tapi kebanyakan milik pesantren, milik yayasan, bahkan perseorangan. Yang 25 ini milik NU, tercatat milik organisasi,” tambahnya.

Untuk menunjang kelanjutan pendidikan tinggi tersebut, PBNU dalam lima tahun terakhir juga meneruskan tradisi mengirimkan kader-kader terbaik untuk belajar ke luar negeri melalui fasilitas beasiswa. Dalam lima tahun terakhir, sedikitnya ada lima kader NU dikirim belajar ke Amerika Serikat, 10 ke Australia, 100 ke Sudan, dan puluhan lainnya ke Maroko, Libya, serta Suriah.

Selain pendidikan tinggi, sektor pendidikan yang berhasil dicapai oleh kepengurusan NU selama lima tahun terakhir adalah berdirinya 62 SMK yang terhubung langsung dengan dunia usaha. Di beberapa lokasi SMK tersebut juga berdiri tempat praktek kerja yang bekerjasama dengan dunia usaha, seperti bengkel dan lain sebagainya.

“Saya mengalir saja. Jika masih dipercaya memimpin NU maka akan saya teruskan dan tingkatkan apa yang sudah dicapai tersebut,” pungkas Kang Said.

NU akan menggelar Muktamar ke-33 di Jombang, Jawa Timur pada 1-5 Agustus mendatang. Empat pesantren akan menjadi lokasi bersama, yaitu Tambak Beras, Tebuireng, Denanyar, dan Peterongan.

Hingga saat ini baru dua orang yang sudah memastikan diri akan ikut dalam bursa perebutan ketua umum PBNU, yaitu KH Said Aqil Sirodj, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid, dan mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) H As’ad Said Ali. (us/jaz)