Nasional

Insiden Mina, PMII Usulkan Pengelolaan Haji Harus Libatkan Semua Negara

Jum'at, 25 September 2015 02:16 wib

...
Jemaah Haji saat Melempar Jumrah (santrinews.com/reuters)

Jakarta – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) merekomendasikan tiga usulan perbaikan pengelolaan haji kepada Pemerintah Arab Saudi. Usulan itu menyusul insiden Mina yang mengakibatkan ratusan Jemaah haji meninggal.

“PB PMII meminta Pemerintah Indonesia untuk segera meminta perbaikan pengelolaa haji kepada pemerintah Arab Saudi,” kata Ketua PB PMII Bidang Media dan Komunikasi Publik, Ahmad Miftahul Karomah, di Jakarta, Kamis, 24 September 2015, malam.

Tiga perbaikan pengelolaan haji itu, pertama, pengelolaan haji harus melibatkan semua negara yang turut mengirimkan jamaahnya. “Keselamatan jamaah haji harus diutamakan,” tandasnya.

Kedua, sebagai negara dengan jumlah jamaah terbesar, Indonesia harus terlibat dalam pengelolaan manajemen haji, Indonesia sangat wajar meminta hal ini. Ketiga, agar ada tim pengelola haji independent, yang didalamnya beranggotakan Negara-negara berpenduduk muslim dan pengirim jamaah haji.

Tiga hal tersebut, menurut Ahmad, dapat menjadi langkah solusi perbaikan manajemen pengelolaan haji oleh Pemerintah Arab Saudi yang masih amburadul. Sebab, selama ini selalu terjadi masalah pada setiap pelaksanaan ibadah haji.

Setidaknya sudah dua kali terjadi insiden besar saat pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Jatuhnya crane di Masjidil Haram dan insiden Mina. “Dua tragedi besar ini, harus menjadi instropeksi dan titik tolak perbaikan pengelolaan haji,” tegasnya.

Insiden Mina terjadi sekitar pukul 7.00 pagi waktu Mina, Saudi, di jalan menuju tempat lempar jumrah di antara tenda tenda di Mina. Insiden itu bermula ketika ada sekelompok jamaah haji yang tiba-tiba berhenti, sehingga terjadi penumpukan jamaah yang berdesak-desakan.

Hingga saat ini sudah tercatat 117 orang jamaah haji meninggal, dan ratusan jamaah lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar korban adalah jamaah dari Mesir dan Afrika. (ahay)