Nasional

Kiai Hasyim: Indonesia Miliki Khazanah yang Mahal dan Penting

Selasa, 24 November 2015 08:20 wib

...
KH A Hasyim Muzadi mengingatkan khazanah yang dimiliki bangsa Indonesia. (santrinews.com/aktual).

Malang – Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholar (ICIS) KH Hasyim Muzadi meminta semua pihak untuk menghentikan kampanye islamophobia atau kampanye rasa takut dan kebencian terhadap Islam. Sebaliknya, mantan Ketua Umum PBNU ini mengajak semua pihak untuk mengurai akar permasalahan dari munculnya terorisme itu sendiri.

“Kita tidak bisa meminta orang lain untuk tidak mengganggu Islam. Gangguan terhadap Islam bagian sunnatullah. Kita harus mempersiapkan diri untuk mempunyai imunitas terhadap gangguan ini. Cara terbaik adalah dengan mempraktikan Islam yang sebenarnya,” kata Kiai Hasyim usai pembukaan ICIS keempat di Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin 23 Nopember 2015.

Terkait hal ini, KH Hasyim melihat Indonesia bisa berada pada barisan terdepan dalam kampanye Islam damai. Menurutnya, Indonesia mempunyai khazanah yang mahal dan penting, yaitu wawasan keagaman yang tidak pernah menjadi problem terhadap wawasan kenegaran. “Kita tidak hanya mengenal teks agama, tapi juga substansi agama,” terangnya.

“Kelenturan ini membuat para ulama dan santri menerima dengan sungguh-sungguh Pancasila sebagai dasar negara, bukan mengagamakan Pancasila,” tambahnya.

Hal kedua yang menjadi khazanah penting Indonesia adalah pendidikan yang menjamin lahirnya al-wasathiyah atau moderasi. Pendidikan seperti ini, menurut Kiai Hasyim, tidak semua negara memilikinya. Bahkan di Mesir sendiri yang mempunyai universitas sangat terkenal, juga terjadi kekacauan atas nama agama.

“Apabila ini kita kembangkan, insyaallah ditambah dengam spiritualisme akan menjadi khazanah yang sangat mahal untik ditawarkan ke seluruh dunia,” tandasnya.

KH Hasyim menambahkan bahwa konferensi international akan membuat “Malang message” yang salah satu pesan utamanya adalah bahwa terorisme dan anti terorisme harus diurai bersama sehingga terorisme berhenti dan anti terorisme tidak merangsang timbulnya terorisme baru. (nabil)