Nasional

Ini Langkah Unair Menuju 500 Universitas Terbaik Dunia

Selasa, 24 November 2015 12:38 wib

...
Rektor Unair Prof Dr M Nasih (kanan) bersama Ketua PIH Unair Suko Widodo dalam Ngopi dan Dialog Unair-Pers di Surabaya, Senin, 23 Nopember 2015 (santrinews.com/humas)

Surabaya – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mendorong para dosennya menuju peringkat 500 universitas terbaik dunia sebagai bagian program dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), yang ditargetkan pada tahun 2018 mendatang.

“Untuk memenuhi target itu, kita harus sekuat tenaga meningkatkan reputasi akademik, salah satunya dengan mengoptimalisasi pemanfaatan dosen,” kata Rektor Unair, Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T.,CA.,Ak dalam pertemuannya dengan sejumlah pewarta di Surabaya, Senin, 23 Nopember 2015.

Ia mengatakan, dalam mengoptimalisasi dosen merupakan program empat pilar kebijakan yang telah digariskan Unair, yaitu keunggulan akademik, keunggulan penelitian, keunggulan pelayanan masyarakat, dan universitas holding.

“Dalam bidang keunggulan akademi, kami mendorong agar program studi di Unair meraih akreditasi oleh lembaga nasional, regional, dan internasional, sedangkan di bidang keunggulan penelitian bahwa kami terus mendorong seluruh civitas akademik Unair untuk mempublikasikan riset ilmiahnya dna terindeks lembaga di dunia,” paparnya.

Menurut dia, hasil riset atau penelitian dosen tersebut juga harus dipublikasikan melalui media massa agar berguna bagi masyarakat.

“Kami juga telah merencanakan pemisahan antara lembaga penelitian dengan lembaga pengabdian masyarakat. Pemisahan ini dilakukan untuk mengoptimalkan dosen yang berminat melakukan penelitian agar kami dapat membantu masyarakat yang masih memerlukan bantuan,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga merencanakan keunggulan pelayanan masyarakat yang menganggarkan dana sebesar Rp5 juta per dosen untuk pengabdian masyarakat, serta pengoptimalisasi di bidang universitas holding dengan mendorong hilirisasi produk-produk riset ke industri.

“Di bidang universitas holding ini, para dosen atau mahasiswa juga bisa menggali berbagai sumber pendapatan baru bagi universitas yang mencapai 50 persen anggaran universitas dengan mendorong hilirisasi produk penelitian ke industri,” ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan pihaknya akan mendata alumni karena selama ini pihaknya masih belum mengetahui keberadaan alumni yang juga dinilai dari pihak QS-World University Ranking untuk melihat bagaimana dunia internasional melihat Unair.

“Saya sendiri berharap agar Unair menjadi lembaga yang berkualitas, berkontribusi secara nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban, berkontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” terangnya.

Universitas yang masuk dalamn ranking 147 Asia itu, juga diklaim sebagai perguruan tinggi negeri yang paling murah jika dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya, terlihat dari biaya setiap mahasiswa dalam setahun sebanyak Rp25 juta, sedangkan di Universitas Indonesia (UI) sebanyak Rp55 juta setiap mahasiswa dalam setahun. (jaz/Ant)