Nasional

Muhammadiyah Kirim Tim Dakwah ke Taiwan

Sabtu, 02 Januari 2016 17:06 wib

Jakarta – Muhammadiyah mengerahkan tim yang dinamai Dakwah on The Street (DOTS) untuk menyampaikan syiar Islam kepada warga negara Indonesia yang ada di Taiwan.

Ketua Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan, Adam Jerussalem, mengatakan DOTS menyasar warga negara Indonesia yang belum tersentuh program dakwah di negeri itu.

“Kami mencoba mencari celah dakwah dengan terjun langsung ke jalanan agar bisa menyapa langsung WNI yang selama ini tidak tersentuh oleh program dari berbagai majelis taklim,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 1 Januari 2016.

“Metode DOTS ini untuk melengkapi dan mengisi cara berdakwah yang sudah ada di Taiwan seperti tablig akbar dan kajian online,” katanya.

DOTS terbagi dalam enam tim yang terdiri atas lima Tim Syiar dan satu Tim Kesehatan. Tim Syiar berdakwah mengelilingi taman-taman di Kota Tainan dan stasiun kereta api setempat.

Kegiatan dahwah yang dilakukan dengan melibatkan Kajian Online Muhammadiyah Taiwan (Komat) dan Pesantren Virtual (Trentual) serta Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan (Formmit) itu menurut dia biasanya dimulai dengan perkenalan yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran dan tausiah.

Di Kota Tainan yang berjarak sekitar 250 kilometer arah selatan ibu kota Taiwan, Taipei, tersebut mereka menyampaikan terjemahan kutipan ayat Alquran serta membagikan jilbab dan peci secara cuma-cuma.

Kepada tim DOTS, kandidat doktor National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) Taiwan itu berpesan agar mereka santun dalam berdakwah.

“Sapalah mereka dengan santun, tebarkan nasihat dengan sepenuh hati dari seorang sahabat, jauhi kesan menggurui,” katanya.

“Ajak mereka untuk shalat dan kenakan jilbab. Jika mau memakainya di tempat, maka pakaikanlah dengan bersahabat. Jika tidak berkenan, tinggalkanlah jilbab itu untuknya. Jangan paksakan,” tambah dia.

Saat bersilaturahim dengan masyarakat, Tim Syiar juga mendengarkan keluhan warga negara Indonesia yang bekerja dan belajar di Taiwan mengenai kendala mereka melaksanakan shalat lima waktu di tempat kerja dan pengalaman mereka menjalankan puasa Ramadhan.

Sementara Tim Kesehatan, yang beranggotakan pelajar yang sedang menyelesaikan program keperawatan dan kedokteran setara S2 dan S3 di Taiwan, memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga. (us/ant)