Nasional

Menpora Minta Pemuda Jaga Tradisi Indonesia

Kamis, 28 April 2016 19:09 wib

...
Menpora Imam Nahrawi saat membuka Kemah Bakti Aswaja Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor se-Kalimantan Selatan di Bumi Perkemahan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Kamis (28/4) pagi. (santrinews.com/hasan)

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengajak para pejuang, ulama, dan Gerakan Pemuda Ansor melawan orang-orang yang ingin mencabut tradisi Indonesia.

Hal itu ditegaskan Imam Nahrawi saat membuka Kemah Bakti Aswaja Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor se-Kalimantan Selatan di Bumi Perkemahan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Kamis pagi, 28 April 2016.

“Ada pihak yang sengaja ingin menghanguskan tradisi dan budaya. Padahal Indonesia masih eksis karena murni adanya tradisi dan budaya,” ujar Cak Imam – panggilan akrab dia.

Kemah Bakti Aswaja Generasi Muda Nahdlatul Ulama ini mengusung tema “Integralisasi Doktrin Kebangsaan dan Keislaman untuk Keumatan” yang diselenggarakan selama lima hari, mulai 27 April – 1 Mei 2016.

Di dalamnya ada pelatihan kaderisasi keaswajaan, bakti sosial membagikan 1000 Alquran ke lembaga-lembaga pendidikan Al Quran, lomba-lomba (cerdas cermat, pidato, tahfidzul quran, lomba memasak santri, stand up comedy), dan kegiatan lainnya.

Kehadiran Menpora di lokasi perkemahan disambut atraksi drum band GP Anshor dan Tari Puji Bastari dari Pleihari. Dalam kemah ini, Menpora didampingi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah, Ketua DPRD Tanah Laut Ahmad Yani, PWNU Kalsel, dan Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan dan Pengawasan Kepramukaan Sanusi.

“Saya senang menginjakkan kaki di Bumi Lambung Mangkurat dan Pangeran Antasari ini. Kemah ini harus menjadi semangat bagi segenap generasi muda. Hari ini kita pemuda, besok kita pemimpin. Hari ini kita aktivis, besok dan akan datang negeri ini dipimpin oleh kita semua,” tutur Cak Imam.

Bagi Menpora, tugas kaum muda hari ini lebih berat. “Besok atau lusa akan semakin berat. Kita menghadapi tantangan global yang sungguh berat. Kenapa setiap hari yang kita lihat adalah korban berjatuhan gara-gara narkotika dan radikalisme. Apakah takdir Allah berupa kekayaan alam dan kemerdekaan sudah kita kelola dengan baik? Akankah kita tetap berdiri seperti ini, atau ke depan harus ada perubahan untuk generasi Indonesia?” tanya Menpora

“Kemah Pemuda ini sungguh penting. Tarian tadi begitu dekat dari seluruh negeri, namun hari ini sudah mulai berkurang. Jadi mari melawan orang yang ingin mencerabut tradisi dan budaya. Di kemah ini, jangan hanya melatih intelektual, tapi latihlah olahraga juga, karena saya Ansor yang sedang mengurusi olahraga,” lanjutnya.

Dituturkan Menpora, salah satu program Kemenpora selain menggulirkan kompetisi sepak bola nasional, juga menggulirkan kompetisi di semua umur. Pada 2016 ini, Menpora menegaskan Liga Santri Nasional setidaknya harus diikuti seribu pondok pesantren se-Indonesia.

“Kemah Bakti ini dalam rangka memperkuat semangat kebangsaan dan keislaman. Ansor dan Banser akan berada di garda depan mempertahankan NKRI, diminta atau tidak, dibayar atau tidak, sejak dulu Ansor dan NU sudah berkomitmen sejak dulu terhadap bangsa,” ujar Ketua Panitia Harun Al-Rasyid.

Ribuan kader pemuda Ansor dan Banser serta organisasi badan otonom Nahdlatul Ulama lain, seperti Ikatan Pelajar NU, Ikatan Pelajar Putri NU, Fatayat NU, PMII, Resimen Mahasiswa, dan pemuda KNPI mengikuti Kemah Bakti Pemuda ini. Bahkan nampak pula pelajar dari sejumlah sekolah di Kalsel ikut berkemah. Menpora pada kesempatan ini didaulat memberi penganugerahan Pembina Banser Kalsel kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan baik buruknya Kalsel dan Indonesia tergantung dari pemuda hari ini. “Mudah-mudahan kegiatan ini melahirkan pemimpin masa depan yang lebih baik. Sebab, Republik ini telah diserang tidak secara konvensional, tapi melalui narkoba. Hampir semua kena. Ini bentuk pelemahan sebuah bangsa. Musuh kita utama adalah narkoba. Kita harus perang melawan narkoba,” kata Sahbirin. (hasan/onk)