Nasional

Kunjungi Pesantren Asy-Syafiiyah, Kapolri: Santri Harus Tetap Berpegang pada Pancasila

Sabtu, 25 Juni 2016 04:28 wib

...
Kapolri Badrodin Haiti dan Menkopolhukam Luhut Panjaitan disambut Pengasuh Pesantren Assalafiyah Bulakamba Brebes KH Subhan Makmun dalam kunjungannya, Jumat, 24 Juni 2016 (santrinews.com/tribunews)

Indramayu – Kapolri Badrodin Haiti berpesan kepada para santri untuk menjauhi narkoba dan menjaga ideologi Pancasila. Hal itu ia sampaikan saat berkunjung ke Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah di Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jumat 24 Juni 2016.

Kedua hal itu dianggap Badrodin sebagai sumber permasalahan negeri ini. “Sekarang banyak bermunculan yang ideologinya tidak bersumber pada Pancasila, kita harus waspada,” kata dia saat berpidato di hadapan para santri dan para tamu lainnya.

Kegiatan silaturahmi tersebut dihadiri sejumlah pejabat negara dan daerah setempat seperti Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan hingga Bupati Indramayu Anna Sophanah.

Kedatangan Kapolri, Menkopolhukam, dan pejabat lainnya mengejutkan para warga di sekitar pondok pesantren. Lembaga pendidikan agama tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah salah seorang mantan santrinya diketahui terlibat aksi terorisme di kawasan Sarinah Jakarta, beberapa waktu lalu.

Badrodin menyampaikan bahwa negara Indonesia sebagai negara demokrasi, memberikan ruang terhadap berbagai macam aliran ideologi untuk tumbuh dan berkembang. Ia mengatakan, aliran yang tidak dibenarkan hanyalah yang menganjurkan tindak kekerasan dan pelanggaran hukum lainnya.

Selain itu, Kapolri juga menyoroti permasalahan lainnya yang bisa merusak generasi muda tak terkecuali dari kalangan santri sekalipun. Badrodin berpesan para santri menjauhi narkoba. Ia menyebut, sebanyak 5,9 juta penduduk Indonesia terindikasi menggunakan narkoba. Setiap hari, sebanyak 43 orang tercatat meninggal akibat penyalahgunaannya.

“Anak-anak harus hati-hati dengan makanan yang diberikan oleh orang tak dikenal, seperti permen. Karena sekarang modusnya sudah banyak,” kata Badrodin.

Pihak kepolisian menurutnya juga tengah gencar memburu para pengguna dan pengedarnya. Tak heran, sebanyak 60% penghuni penjara adalah terpidana kasus narkoba.

Sementara itu, Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengakui permasalahan ideologi terorisme mengancam keutuhan negara Indonesia saat ini. Namun, permasalahan yang ditimbulkan oleh narkoba juga sama mengkhawatirkannya. “Teroris berbahaya, tapi saya lebih takut pada narkoba,” kata Luhut. (shir/PR)