Nasional

Rektor UIN Sunan Kalijaga: Empat Warisan Pemikiran Mbah Hasyim Perlu Dikembangkan Secara Kontekstual

Selasa, 02 Agustus 2016 02:25 wib

...
Rektor Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng KH Salahuddin Wahid menyampaikan sambutan pada acara seminar “Kontekstualisasi Pemikiran KH Hasyim Asy'ari dalam Fenomena Global” yang digelar Unhasy, Sabtu, 30 Juli 2016 (santrinews.com/ist)

Jombang – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof KH Yudian Wahyudi sangat mendukung rencana Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng yang akan mengembangkan kajian sejumlah warisan pemikiran besar KH Hasyim Asy’ari (Mbah Hasyim).

Menurut Yudian, setidaknya ada empat warisan besar KHM Hasyim Asy’ari yang perlu dikembangkan secara kontekstual dalam menjawab tantangan globalisasi. Yaitu, kewirausahaan dan kemandirian ekonomi, semangat nasionalisme, pendidikan berorientasi pada ilmu terapan dan tradisi penulisan ilmiah.

Sejarah mencatat, di tengah kesibukan Mbah Hasyim membimbing santri dan berdakwah, beliau tetap melakukan aktivitas ekonomi. “Bahkan, salah satu pilar NU adalah terbentuknya Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Kaum Saudagar),” tegasnya di hadapan peserta seminar Kontekstualisasi Pemikiran KHM Hasyim Asy’ari dalam Fenomena Global, yang digelar Unhasy, Sabtu, 30 Juli 2016.

“Soal pendidikan, kita bisa lihat, misalnya, putra KHA Wahid Hasyim hanya Gus Dur yang sepertinya disiapkan jadi kiai. Dua adik beliau mengambil studi ilmu terapan. Gus Sholah studi arsitektur dan Gus Umar belajar kedokteran,” sambung alumni Pondok Pesantren Tremas Pacitan ini.

Dua warisan Mbah Hasyim lainnya terkait semangat nasionalisme dan budaya menulis juga sudah banyak dikaji dan diteliti. “Karena itu, Unhasy harus mengembangkan program academic writing agar dapat bersaing di kancah global,” tutur pendiri Pesantren Nawesea Yogyakarta ini.

Dalam kesempatan tersebut, Yudian juga membantah tudingan bahwa tasawuf dan tarekat menjadi penyebab kemunduran umat Islam. “Justru, karena pengaruh tasawuf dan tarekat, penduduk nusantara yang semula mayoritas beragama Hindu berubah menjadi kawasan dengan penduduk muslim terbesar di dunia,” tandasnya.

Menurut peraih gelar dari beberapa universitas ternama di Amerika Serikat ini, kemunduran umat Islam lebih disebabkan konflik internal dan ketertinggalan mereka dalam ilmu terapan. “Keruntuhan Khilafah Utsmaniyah di Turki itu lebih disebabkan teknologi militer mereka sudah tertinggal jauh. Karena meninggalkan ilmu terapan, kita juga sudah cukup lama tergilas revolusi industri,” pungkasnya.

Sebelumnya saat menyampaikan sambutan, Rektor Unhasy Tebuireng KH Salahuddin Wahid menyatakan bahwa kampus yang dipimpinya akan mengembangkan kajian sejumlah warisan pemikiran besar KH Hasyim Asy’ari. Sebab, selama ini pemikiran pendiri Nahdlatul Ulama itu masih multitafsir. Bahkan, ada yang mengaggap pemikiran Mbah Hasyim sangat dekat dengan ajaran Wahabi. (rus/hay)