Nasional

Ormas Islam Serang Pesantren

Kamis, 11 April 2013 21:26 wib

“Kami para santri pesantren ini berada di dalam pesantren tanpa melakukan perlawanan apa-apa. Mereka merusak gerbang, memaksa ingin masuk, tapi kami tahan.” Petugas keamanan Pesantren Al Idrisiyyah, Dadang Mursyid.

Tasikmalaya – Ratusan massa dari salah satu ormas Islam menyerang Pesantren Al Idrisiyyah di JalanRaya Ciawi, Kampung Pagendingan, Desa Jatihurip, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu 6 April 2013 malam. Sekelompok orang itu merusak aset pesantren, berupa minimarket, dan memaksa masuk ke lokasi pesantren.

Informasi yang diperoleh Kompas.com menyebutkan, massa memecahkan kaca minimarket yang berada di depan kompleks pesantren. Massa menuding pesantren ini telah menyimpang dari ajaran Islam. Selain itu, pesantren ini juga dianggap telah melindungi seorang ustaz yang telah melakukan tindak asusila beberapa tahun lalu.

Salah satu petugas keamanan pesantren sekaligus saksi mata, Dadang Mursyid, mengatakan, kedatangan ratusan massa ke kompleks pesantren terjadi pada Sabtu, 6 April 2013 malam sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka awalnya berorasi di depan gerbang pesantren selama hampir setengah jam. Mereka pun tak henti-hentinya meminta masuk sembari mendorong-dorong gerbang masuk utama pesantren.

“Kami para santri pesantren ini berada di dalam pesantren tanpa melakukan perlawanan apa-apa. Mereka merusak gerbang, memaksa ingin masuk, tapi kami tahan. Mereka meminta Ustaz Ridwan untuk keluar, padahal ustaz itu bukan orang pesantren ini lagi,” jelas Dadang saat ditemui wartawan di Pesantren Al Idrisiyyah, Ahad, 7 April 2013.

Saat kejadian, petugas kepolisian yang melakukan penjagaan tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, jumlah massa mencapai sekitar 500 orang. Massa pun merusak minimarket yang lokasinya berdekatan dengan gerbang utama pesantren.

“Saat penyerangan, santri perempuan banyak yang menangis karena ketakutan. Sekarang pun mereka masih trauma, apalagi saat memasuki malam hari,” kata Dadang.

Dadang menambahkan, kejadian ini telah dilaporkan ke Polres Tasikmalaya Kota dengan bukti visum tiga orang santri Al Idrissiyah yang terluka akibat lemparan batu massa penyerang. Pihaknya pun telah meminta keterangan dari MUI Kabupaten Tasikmalaya yang menyatakan bahwa Pesantren Al Idrisiyyah tidak menyimpang dari ajaran agama Islam.(saif/ahay)