Nasional

Rekomendasi PMII Jatim Gunakan Tanda Tangan Palsu Ketua Kopri

Kamis, 16 Februari 2017 02:49 wib

...
Logo Resmi Kongres XIX PMII (santrinews.com/istimewa)

Surabaya – Ketua Korps Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) Jawa Timur Nafisatul Qudsiyah mengaku tidak pernah menandatangani surat rekomendasi yang diberikan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jatim kepada Athik Hidayatul Ummah sebagai salah satu syarat menjadi calon ketua Kopri PB PMII periode 2017-2019.

“Saya tidak pernah memberikan tanda tangan kepada siapapun untuk kepentingan dukungan tersebut,” kata Nafisatul Qudsiyah dalam keterangan tertulisnya yang diterima SantriNews.com, Rabu malam, 15 Februari 2017.

Sesuai hasil Rapat Pleno Badan Pengurus Harian (BPH) tertanggal 3 Februari 2017, PKC PMII Jatim memberikan surat rekomendasi kepada Athik Hidayatul Ummah sebagai calon ketua Kopri PB PMII. Rapat pleno itu diklaim dihadiri dan ditandatangani juga oleh Ketua Kopri PKC PMII Jatim Nafisatul Qudsiyah.

Namun, Nafis – sapaan akrab Nafisatul Qudsiyah, membantah dirinya ikut menandatangani daftar hadir rapat pleno dan surat rekomendasi tersebut. “Saya tidak pernah hadir dan dilibatkan dalam rapat pleno BPH PKC PMII Jawa Timur dalam soal itu,” tegasnya.

Nafis menceritakan, pada 2 Februari Athik dan ketua Umum PKC PMII Jatim Zainuddin menemuinya dan menyampaikan maksud untuk maju menjadi ketua Kopri PB PMII. Kemudian satu hari setelahnya, PKC PMII Jatim mengadakan rapat BPH tanpa melibatkan dirinya, namun dalam daftar hadir terdapat tanda tangannya.

“Kemudian muncul daftar absensi kehadiran itu dengan mencantumkan nama dan tanda tangan saya tanpa sepengetahuan saya, dan itu sudah beredar di beberapa wilayah,” terangnya.

Fakta tersebut, menurut Nafis, harus dijadikan pertimbangan oleh Badan Pekerja Kongres (BPK) XIX PMII dalam melakukan verfikasi terhadap Athik. “Harap dijadikan bahan pertimbangan dan koreksi terhadap pihak-pihak terkait, terutama ketua dan jajaran BPK PB PMII,” pungkasnya.

Hingga saat ini, BPK PMII masih menggantung status Athik Hidayatul Ummah bersama Septi Rahmawati (Lampung). Sementara tiga lainnya dinyatakan lolos, dan satu lainnya tidak lolos.

Hingga berita ini diturunkan, SantriNews.com sudah mengkonfirmasi kepada Ketua Umum PKC PMII Jatim Zainuddin, namun dia masih enggan menanggapinya.

Kongres XIX PMII akan berlangsung di Palu, Sulawesi Tengah pada 2-6 Mei 2017 mendatang. Selain akan dihadiri 7000 kader dan alumni, juga akan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan dijadwalkan akan dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo. (ubaid)