Nasional

Ini Alasan Kuat Kopri PMII Jatim Tolak Merekomendasi Athik

Kamis, 16 Februari 2017 21:35 wib

...
Ketua Kopri PMII Jatim, Nafisatul Qudsiyah (santrinews.com/ist)

Surabaya – Korps Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) Jatim menolak memberikan rekomendasi kepada Athik Hidayatul Ummah untuk menjadi bakal calon ketua Kopri PB PMII pada Kongres XIX di Palu, Sulawesi Tengah 2-6 Mei 2017 mendatang.

Ketua Kopri PMII Jatim Nafisatul Qudsiyah menyatakan bahwa tidak diberikannya rekomendasi kepada Athik didasarkan pada pertimbangan yang matang.

“Ada beberapa pertimbangan yang menyebabkan kami tidak bisa memberikan rekomendasi kepada Mbak Atik,” kata Nafis ketika dihubungi SantriNews.com, Kamis, 16 Januari 2017.

Menurut Nafis, Kopri tidak pernah dilibatkan dalam keputusan rekomendasi yang dikeluarkan oleh PKC Jatim. Bahkan dirinya tahu rekomendasi tersebut ketika BPK mengkonfirmasi adanya berita acara yang mencantumkan namanya tertanggal 3 Februari 2017.

“Saya selaku ketua Kopri Jatim tidak pernah dilibatkan. Apalagi saat saya dihubungi oleh anggota BPK, bahwa ada berita acara yang mencantumkan nama saya tertanggal 3 Februari 2017. Padahal tanggal tersebut saya ada di lokasi acara Kopri (Sekolah Politik Perempuan),” ungkapnya.

Pertimbangan lainnya kata Nafis adalah menjaga marwah lembaga PMII, di mana hasil Konvensi PC PMII Kota Malang yang memutuskan tidak memberikan rekomendasi kepada Athik.

“Kami menghormati hasil keputusan konvensi PC PMII kota Malang yang tidak merekom Mbak Atik. Bahwa kita sebagai institusi atau lembaga yang berada di atasnya secara langsung wajib menjaga Marwah lembaga yang ada di bawahnya,” Lanjut Nafis.

Tidak hanya itu, Kopri PMII Jatim menilai Athik tidak memiliki etika organisasi karena tidak melayangkan surat permohonan rekomendasi secara resmi.

“Mbak Atik tidak pernah melayangkan surat permohonan rekomendasi ke Kopri Jatim hanya melalui telpon hari Sabtu kemarin, sehari menjelang batas akhir pengumpulan berkas. Ini menunjukkan bahwa mbak Atik tidak mempunyai etika organisasi,” pungkasnya.

Hingga saat ini, BPK PMII masih menggantung status Athik Hidayatul Ummah bersama Septi Rahmawati (Lampung). Sementara tiga lainnya dinyatakan lolos, dan satu lainnya tidak lolos.

Kongres XIX PMII akan berlangsung di Palu, Sulawesi Tengah pada 2-6 Mei 2017 mendatang. Selain akan dihadiri 7000 kader dan alumni, juga akan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan dijadwalkan akan dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo. (ubaid).