Nasional

Maman Imanul Haq: Indonesia Tetap Jaya Karena Kekuatan Islam Aswaja al-Nahdliyah

Senin, 13 Maret 2017 19:41 wib

...
KH Maman Imanulhaq dalam acara apel kesetiaan terhadap NKRI di halaman komplek pesantren Al-Mizan, Ahad 12 Maret 2017 (santrinews.com/ist)

Majalengka – Islam Ahlusunnah Waljamaah al-Nahdliyah menjadi kekuatan besar yang dimiliki Indonesia sehingga mampu menghadapi semua tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai negara dan bangsa.

Hal tersebut disampaikan KH Maman Imanulhaq dalam orasi kebangsaan acara apel kesetiaan terhadap NKRI, yang digelar di halaman komplek pesantren Al-Mizan, Ahad 12 Maret 2017.

“Islam Indonesia adalah Islam ahlussunah waljamaah. Indonesia tetap kuat, Indonesia tetap ada, Indonesia tetap jaya karena ada kekuatan islam ahlussunah waljamaah,” kata Maman.

Menurutnya, Islam Indonesia mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan yang menyatukan, sehingga bangsa Indonesia menjadi kuat dalam menangkal terorisme dan radikalisme.

“Islam Indonesia telah membuktikan mampu menangkal terorisme dan radikalisme. Sehingga Raja Salman pun belajar ke Indonesia untuk melihat dari dekat. Bagaimana Islam Indonesia mampu merekatkan perbedaan, mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk menyatukan,” tambahnya.

Pengasuh Pesantren Al-Mizan ini juga memaparkan terkait dengan tetap istiqomahnya Aswaja Al-Nahdliyah bersanding dengan Pancasila di tengah pergeseran ideologi politik di berbagai Negera.

“Hanya Indonesia yang ideologinya tidak pernah berubah semenjak merdeka. Hanya Indonesia yang istiqomah untuk menjadikan pancasila sebagai ideologi kita. Pancasila telah menyatukan kita”, seru Kang Maman.

Karena itulah Indonesia yang terdiri dari berbagai agama, suku bangsa, dan adat istiadat, Indonesia tetap satu. Dalam kesempatan tersebut, Ketua LDNU ini juga menguti pernyataan KH Ahmad Siddiq yang menyebutkan Pancasila sebagai kalimatun sawa yang menyatukan bangsa Indonesia.

“Pancasila adalah kalimatu sawa. Kalimat yang menyatukan jiwa kita sebagai bangsa Indonesia”, ujarnya.

Apel kebangsaan ini diikuti oleh satuan pasukan TNI-Polri serta kader organisasi berbasis Nahdliyin se Jawa Barat di antaranya kader Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, PMII dan santri Al-Mizan (ubaid)