Nasional

Nasyiatul Aisyiyah, Garda Terdepan Dakwah Ramah Perempuan

Minggu, 03 November 2013 18:10 wib

...
Dari kiri: Ketua Umum PP Nasyiatu Aisyiah Norma Sari, Gubernur Jatim Soekarwo, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan Ketua PW Muhammadiyah Jatim Thohir Luth, pada pembukaan Tanwir I PP Nasyiatul Aisyiah di Surabaya (dok/santrinews.com)

Surabaya – Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiah (NA), Norma Sari mengatakan, NA tengah menggalakkan program ramah anak dan perempuan. Harapannya, kedepan putra-putri nasyiah akan berkembang menjadi generasi yang lebih kuat.

Demikian disampaikan Norma Sari dalam sambutan pembukaan Tanwir I Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah di kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Jalan Kertomenanggal V, Surabaya, Ahad siang, 3 November 2013.

“Nasyiatul Aisyiyah adalah aktifis yang mengutamakan keluarga, tetapi juga mampu melaksanakan masalah-masalah di lingkungan sosial masyarakat dengan program ramah anak dan perempuan,” kata Norma Sari yang juga dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ini.

Tanwir I Nasyiatul Aisyiyah dihadiri sejumlah tokoh, diantaranya adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan ketua umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah serta PP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa juga berkesempatan hadir pada acara bertema Pengarusutamaan Advokasi Perempuan dan Anak melalui Pendidikan Profetik, ini dengan diikuti ratusan peserta dari seluruh Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah se Indonesia.

Din Syamsuddin menegaskan, program ramah anak dan perempuan hendaknya dikembangkan menjadi ramah dalam artian rahmah dan marwah.

“Gerakan ini dapat dimulai dari amal usaha pendidikan yang dimiliki Muhammadiyah maupun yang dikelola Aisyiyah maupun Nasiyatul Aisyiyah,” ujarnya.

Menurut Din, sebagai bagian dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), Nasyiatul Aisyiyah harus berada di garda terdepan dalam dakwah pencerahan Muhammadiyah.

“Kaderisasi AMM harus menjadi nafas gerakan politik dakwah dan politik amar ma?ruf nahi munkar,” tandasnya. (onk/ahay)