Nasional

PBNU Kutuk Insiden Teror Bom Rumah Pimpinan KPK

Rabu, 09 Januari 2019 16:30 wib

...
Rumah Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, di Jalan Kalibata Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan (santrinews.com/viva)

Jakarta – Rumah dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilempari botol berisikan spiritus dan sumbu api yang diduga bom molotov dalam waktu hampir bersamaan, Rabu pagi, 9 Januari 2019.

Tak lama berselang setelah kediaman Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, di Jalan Kalibata Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan, insiden teror bom juga terjadi di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam insiden teror bom tersebut. Masyarakat juga diminta untuk tidak berspekulasi dan jangan ada hoax.

“Kita percayakan pengungkapan kasus teror bom ini kepada polisi. Polri cukup profesional. Semoga dalam waktu singkat dapat diungkap tuntas,“ kata Ketua PBNU bidang Hukum H Robikin Emhas dalam keterangan tertulisnya.

Baca: Datangi PWNU Jatim, KPK Minta Doa Kiai

Menurut Robikin, teror bom adalah kejahatan dan tindakan terkutuk. “Sesuatu yang tidak bisa dibenarkan, apapun alasannya,“ tegasnya.

Robikin meyakini bahwa teror yang diterima pimpinan KPK ini berkaitan dengan sepak terjang KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi. Walau begitu ia yakin bahwa teror tersebut tidak akan membuat nyali KPK menjadi ciut.

Baca juga: KPK-NU Sepakat Korupsi Bagian dari Penistaan Agama

Sebaliknya, Robikin berharap insiden teror itu justru menjadi pemicu bagi KPK untuk meningkatkan kinerja pemberantasan korupsi dengan lebih baik. “Jangan gentar, jangan ragu. Terus lakukan pemberantasan korupsi. Masyarakat bersama KPK,” pesannya. (us/onk)