Nasional

Khofifah Bersama Muslimat NU Sumenep Doakan Keutuhan Bangsa

Senin, 14 Januari 2019 17:30 wib

...

Sumenep – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, mengajak kader Muslimat dan masyarakat Sumenep agar senantiasa saling menghargai satu sama yang lain demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ajakan itu disampaikan Khofifah saat menghadiri acara “Maulidur Rasul dan Doa Bersama Demi Keselamatan Bangsa” yang digelar PC Muslimat NU Sumenep di Gedung Korpri Jalan dr Cipto, Sumenep, Senin, 14 Januari 2019.

Khofifah menjelaskan, sudah sejak lama doa bersama ini memang diselenggarakan oleh Muslimat NU di seluruh Indonesia. “Dan prosesnya masih terus berjalan,” ungkapnya usai acara.

“Ini merupakan kesepakatan bersama, bahwa muslimat ingin menjaga konsolidasi dan demokrasi ini berjalan dengan baik,” sambung Khofifah yang juga Gubernur terpilih Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Khofifah mengajak para ibu-ibu supaya selalu memohon kepada Allah agar bangsa Indonesia bersatu tidak tercerai berai, Apalagi saat ini Indonesia akan menghadapi pesta akbar demokrasi, yakni Pemilu 2019.

Khofifah juga menyampaikan, bahwa Muslimat NU akan kembali menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa pada 27 Januari mendatang sekaligus memperingati Harlah Muslimat NU di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Acara itu akan diikuti sekitar 100 ribu kader Muslimat NU dari seluruh Indonesia. Nanti munajatnya akan lebih spesifik. Nanti mulai sejak pukul setengah tiga. Dimulai dengan salat tahajjut, salat hajat, dan istighasah sampai subuh. Kemudian setelah subuh kita akan khotmil Quran,” pungkasnya.

Sementara dalam sambutannya Ketua PC uslimat NU Sumenep Nyai Hj Dewi Khalifah mengemukkaan bahwa doa bersama sebagai ikhtiar untuk kepentingan bangsa. “Doa bersama sebagai bentuk kepedulian Muslimat NU terhadap bangsa dan negara,” katanya di hadapan peserta doa bersama.

Menurutnya, NU punya peran penting bagi terbentuk negeri ini. “Maka Muslimat NU Sumenep gelar doa bersama sebagai bentuk keterpanggilan jiwa,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Aqidah Usymuni Pandian ini.

Dewi Kholifah meminta kader Muslimat NU agar menjadi garda terdepan dalam memberitakan perubahan di dalam rumah tangga. Termasuk, bijaksana menyikapi berita hoaks.

Sebab, menurut Dewi Kholifah, saat ini berita hoaks alias bohong semakin deras dan itu berpotensi mengadu domba sesama Muslimat. “Kita harus memfilter setiap berita, karena dikhawatirkan beritanya hoaks dan mengandung ujaran kebencian,” ujarnya. (rus/us)