Nasional

Kemenag Minta Maaf Salah Tulis Nama Tokoh Resolusi Jihad

Sabtu, 23 Maret 2019 15:30 wib

...
Para siswa MTs saat mengikuti simulasi UNBK tahun 2017 di SMK Ma’arif NU Bobotsari, Purbalingga (santrinews.com/istimewa)

Jakarta – Penanggung Jawab Penulisan Soal Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional – Berbasis Komputer (UAMBN-BK) tingkat MTs dan MA Kemeterian Agama Dr H Ahmad Hidayatullah mengakui telah terjadi kesalahan penulisan nama tokoh pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

“Kami mohon maaf atas kekhilafan pada segenap masyarakat Indonesia dan kami menyesal atas kejadian ini,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 22 Maret 2019.

Baca juga: Buku Pelajaran SKI MTs Sebut Makam Wali Berhala

Dalam soal ujian tersebut nama tokoh pencetus Resolusi Jihad tertulis KH Ahmad Dahlan, padahal seharusnya adalah KH Hasyim Asy’ari. Ahmad Hidayatullah memastikan bahwa satu soal tersebut dibatalkan alias tidak dinilai.

Redaksi soal yang memuat kesalahan adalah sebagai berikut:

Semangat perjuangan membela Islam dan bangsa Indonesia tertancap dalam sanubari KH. Ahmad Dahlan. Pejuang Ulama besar ini berhasil menorehkan “tinta emas” dengan menyerukan Resolusi Jihad dan berhasil mendirikan organisasi keagamaan yang banyak bergerak di bidang pendidikan dan dakwah Islam. Organisasi yang memiliki massa besar di Indonesia ini dikenal dengan sebutan…
A. Muhammadiyah
B. Jama’ah Tabligh
C. Nahdhatul Ulama
D. Laskar Jihad

Sesuai jabaran kisi-kisi soal, nama yang semestinya tercantum dalam soal tersebut adalah KH Hasyim Asy’ari sehingga redaksi seharusnya sebagai berikut:

Semangat perjuangan membela Islam dan bangsa Indonesia tertancap dalam sanubari KH. Hasyim Asy’ari. Pejuang Ulama besar ini berhasil menorehkan “tinta emas” dengan menyerukan Resolusi Jihad dan berhasil mendirikan organisasi keagamaan yang banyak bergerak di bidang pendidikan dan dakwah Islam. Organisasi yang memiliki massa besar di Indonesia ini dikenal dengan sebutan…
A. Muhammadiyah
B. Jama’ah Tabligh
C. Nahdhatul Ulama
D. Laskar Jihad

Ahmad menegaskan, proses penulisan soal UAMBN-BK sebenarnya sudah melalui proses penyuntingan yang cukup panjang. Proses itu diawali dengan pendampingan penyusunan soal mulai 15-18 Agustus 2018. Soal yang telah disusun itu kemudian dilakukan tiga kali penyuntingan pada September dan Oktober 2018, dan terakhir pada Februari 2019.

Baca juga: Soal Buku Makam Wali Berhala, Kementerian Agama Minta Maaf

Atas kesalahan tersebut, Ahmad mengaku pihaknya menganulir soal sehingga tidak akan masuk dalam perhitungan nilai ujian. Selanjutnya pada butir soal tersebut tidak akan dipakai lagi dalam bank soal.

“Butir soal tersebut juga telah diperbaiki sebagaimana mestinya serta tetap akan mencantumkan perjuangan KH Hasyim Asy’ari dalam Bank Soal Madrasah (BSM) sebagai salah satu Pejuang Ulama Besar di Indonesia yang perlu dikenang oleh siswa pada khususnya dan Bangsa Indonesia pada umumnya,” paparnya. (us/onk)