Nasional

Sikapi Kasus Audrey, PBNU Minta Orangtua Lebih Intensif Tanamkan Nilai Moralitas

Kamis, 11 April 2019 20:30 wib

...
Sekretaris Jenderal PBNU H A Helmy Faishal Zaini (santrinews.com/istimewa)

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai, perundungan (bullying) atau penganiayaan terhadap seorang siswi SMP di Pontianak Selatan bernama Audrey, sudah di luar batas. Kepolisian harus mengusut tuntas dan menindaknya dengan tegas.

“Kami menyampaikan rasa sedih yang mendalam atas kejadian yang menimpa Audrey sekaligus menyesalkan tindakan amoral yang dilakukan oleh pemudi-pemudi yang menganiayanya,” kata Sekretaris Jenderal PBNU H A Helmy Faishal Zaini dalam keterangan tertulisnya, Kamis sore, 11 April 2019.

Baca juga: Pengeroyokan Audrey, Ketua IPPNU Kalbar: Bukan Kasus Sepele

Audrey (14 tahun), mengalami penganiyaan oleh 12 siswi SMA. Akibatnya, Audrey mengalami trauma dan harus dirawat intensif di sebuah rumah sakit. Dugaan sementara peristiswa itu dipicu oleh masalah asmara.

Peristiwa tersebut bermula dari unggahan Audrey di media sosial facebook yang ternyata mengundang kemarahan dari para siswi SMA yang kemudian melakukan penganiayaan.

Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Eka Nurhayati Ishak mengatakan, dalam aduan itu korban melaporkan dirinya telah mengalami kekerasan fisik dan psikis, seperti ditendang, dipukul, diseret sampai kepalanya dibenturkan ke aspal.

Helmy mendorong pihak kepolisian untuk mengusut dan menindak tegas kepada pelaku penganiayaan. Apa yang dilakukan oleh para perundung Audrey termasuk dalam tindakan pidana, yang pelakunya harus dihukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: PBNU Sebut Ada Aliran Dana 150 Miliar Dukung LGBT

Selain itu Helmy meminta kepada kementerian dan lembaga terkait, dalam hal ini khsususnya Kemdikbud untuk segera mengambil langkah strategis guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Kepada segenap orang tua untuk lebih intensif menanamkan nilai-nilai moralitas, terutama akhlak dalam kehidupan sehari-hari. “Ini penting dilakukan sebagai bagian dari usaha untuk membentuk karakter yang mulia bagi anak,” ujarnya.

Ia mengajak pelbagai pihak untuk bersatu melawan segala macam bulliying kepada anak. “Anak-anak adalah masa depan bangsa. Mari kita jaga bersama dengan menanamkan nilai-nilai moralitas yang baik,” pungkasnya. (us/onk)