Nasional

Bung Karno Tradisikan Nuzulul Quran di Istana atas Nasihat Ulama

Selasa, 21 Mei 2019 22:30 wib

...
Presiden Joko Widodo memperingati malam Nuzulul Quran pada Senin, 4 Juni 2018, di Istana Negara, Jakarta (santrinews.com/antara)

“Nuzulul Quran, tak hanya bermakna keagamaan, namun juga bermakna kebangsaan yang besar”

Jakarta – Presiden Joko Widodo alias Jokowi memperingati malam Nuzulul Quran di Istana Negara. Jokowi menyebut tradisi peringatan Nuzulul Quran di Istana merupakan nasihat dari para ulama.

Jokowi mengatakan para pendiri negara kita merintis peringatan Nuzulul Quran adalah dengan menyelaraskan semangat keagamaan dan semangat kebangsaan. Dia mengatakan tradisi peringatan di Istana berawal dari Presiden ke-1 RI Ir Soekarno.

“Bung Karno mentradisikan perayaan Nuzulul Quran di Istana, ini adalah atas nasihat para ulama sebagai rasa syukur atas anugerah kemerdekaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita bangsa Indonesia,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019, malam.

“Jadi tradisi Nuzulul Quran di Istana ini atas nasehat para ulama-ulama kita,” imbuhnya.

Menurut dia, peringatan Nuzulul Quran sebenarnya memperingati kenabian Rasulullah SAW yang berhasil membangun tatanan sosial yang menyatukan suku bangsa yang berbeda-beda. Nabi Muhammad SAW juga berhasil mengangkat derajat manusia dari zaman jahiliyah ke jaman yang beradab.

“Selain itu, hari ini kita memperingati Nuzulul Quran. Sebenarnya kita sedang memperingati warisan para pendiri negara kita yang menyelaraskan keberagaman dalam bingkai kebangsaan, sebagaimana tertuang dalam Pancasila,” katanya.

“Nuzulul Quran, tak hanya bermakna keagamaan, namun juga bermakna kebangsaan yang besar,” sambungnya.

Jokowi yakin dengan menjalani tuntunan Alquran dan Kenabian Rasullullah SAW dan dengan mengambil inspirasi dari para pendahulu bangsa, Indonesia akan terus bersatu, rukun dan damai.

“Indonesia menjadi lebih baik, lebih adil, dan lebih makmur. Dan Indonesia akan menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” katanya.

Peringatan Nuzulul Quran tersebut turut dihadiri menteri kabinet kerja, kepala tinggi negara, duta besar negara sahabat, tokoh masyarakat, dan puluhan anak yatim piatu.

Para menteri yang hadir antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Selain itu, ada Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara, Wakil Ketua DPD Nono Sampono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran. Selanjutnya, diisi tausiyah oleh Ketua Alumni Al Azhar Mesir cabang Indonesia Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB). (us/dtk)