Nasional

Kopi Mangrove Segara, Karya Santri Desa Merambah Belanda

...
Ikbar Sallim Al Asyari, menunjukkan produk Kopi Mangrove Segara (santrinews.com/istimewa)

Tulungagung – Kreativitas dan inovasi yang dilakukan santri telah merambah di banyak lini. Salah satunya di bidang wirausaha dan pengembangan produk dalam konteks green-social enterprise.

Namun tak banyak yang tahu kiprah dah prestasi santri hingga kancah internasional karena tertutup oleh berita hingar bingar dan hiruk pikuk politik negeri ini.

Satu di antaranya seperti yang dilakukan Ikbar Sallim Al Asyari, 24 tahun. Usaha Ikbar kini bahkan berhasil dikenal hingga tingkat internasional melalui green-social business yang dia dirikan, yakni Kopi Mangrove Segara.

Usaha ini berada di bawah naungan PT. Karya Anak Desa, sebuah usaha yang memiliki misi lingkungan dan sosial dalam upaya konservasi kawasan pesisir melalui mangrove.

Lulus sarjana Ilmu Kelautan dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Ikbar memantapkan diri untuk pulang ke kampung di kawasan kecamatan pesisir di Tulungagung, tepatnya di Kalidawir,

Ia menolak semua tawaran kerja di korporasi besar. Lebih memilih untuk mengembangkan produk penelitian ketika S-1 dulu, Alhamdulillah setelah melewati berbagai proses naik turunnya dunia usaha, bisnis kami mendapatkan apreasiasi dari banyak pihak,” kata Ikbar.

Sejumlah prestasi baik nasional hingga internasional sudah diraih, diantaranya penghargaan dari mantan Presiden Amarika Serikat Barrack Obama melalui Young Southeast Asian Leader Initiative (YSEALI) di University of Nebraska at Omaha, dan Coastal Development Recognition Awards dari US Embassy Vietnam 2017.

Tidak hanya penghargaan. Ikbar juga mendapat beberapa investasi untuk pengembangan usahanya, di antaranya dari Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi Indonesia 2018, serta University of Nebraska at Omaha 2017.

Ikbar masih ingat, pada awal merintis berjualan kopi banyak sekali yang tidak setuju dan menganggap apa ia lakukan sesuatu yang aneh termasuk. Tak terkecuali orang tua dan kerabat dekatnya.

Dalam anggapan banyak orang, setelah lulus sarjana ia seharusnya bekerja dengan tenang di perusahaan besar. Namun, Ikbar justru lebih memilih berjualan kopi yang dianggap tidak memiliki masa depan. “Saya dicemooh oleh banyak orang,” kenangnya seraya menghela nafas panjang.

Tak patah semangat. Ikbar terus berproses. Kini, usahanya berkembang dan memiliki banyak karyawan hingga mampu berekspansi menggandeng dan memberdayakan masyarakat pesisir untuk menanam dan memanen buah mangrove.

Hingga 2019, usahanya telah tercatat menggandeng 5 pesisir, yaitu Pantai Sine, Pantai Sidem, Pantai Brumbun, Pantai Gerangan, dan Pantai Cengkrong di Trenggalek sebagai pemasok bahan baku mangrove.

Atas usaha dan kerja kerasnya, tahun 2019 ini produknya akan dikembangkan di Wageningen University and Research, Belanda atas dukungan Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Ikbar mendapatkan sponsor untuk menempuh Master of Aquaculture and Marine Resource Management September 2019-September 2021.

Pengembangan produknya tidak hanya fokus pada aspek kualitas produk, melainkan juga ekspansi pasar mengingat mangrove kaya akan manfaat dan potensi besar lainnya diantaranya untuk menjaga stamina dan pencernaan karena mengandungan zat bioaktif yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri.

“Selama ini saya hanya yakin dan bekerja keras sambil menunggu momentum,” tandas mantan aktivis IPNU ini.

Tidak hanya diburu oleh konsumen lokal, Kopi Mangrove Segara bahkan manca negara seperti Malaysia, Singapura, Laos, Vietnam, hingga Amerika. Melalui kesempatan pengembangan produk di Belanda ini, ia berharap agar produknya mendapatkan konsumen baru di Benua Biru. “Doakan,” ujarnya. (red)