Nasional

Pesantren-Puskesmas Jalin Komitmen Tularkan Hidup Sehat

Jum'at, 23 Agustus 2019 21:00 wib

...

Surabaya – Lembaga Kesehatan (LK) Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) bekerjasama dengan Direktorat Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes Republik lndonesia menyelenggarakan kegiatan lokakarya pesantren sehat.

Shofiyanah Ghufron, Pengurus LK PBNU sekaligus penanggung jawab acara berharap setelah pulang dari kegiatan masing masing pesentren menjadikan komitmen yang sudah disepakati bersama. Yakni dengan menjadikan langkah pertama bagi keberadaan pesantren sehat.

“Dengan komitmen yang telah kita sepakati bersama, semoga menjadi langkah awal untuk membiasakan pesantren sehat serta bisa menularkan kepada pesantren yang ada di Surabaya,” kata Shofiyanah, Jumat 23 Agustus 2019.

Lokakarya bertema Peningkatan Peran Aktif Santri dan Pengelola Pesantren, berlangsung di Surabaya selama selama tiga hari, sejak Senin hingga Rabu, 19-21 Agustus 2019.

Dijelaskan, apa yang dilakukan adalah bagian kecil dari langkah besar. “Pesantren yang sudah berkomitmen meskipun nanti belum dipantau, tetap berjalan demi terlaksananya membiasakan kebiasaan pesantren sehat,” ungkapnya.

Menurutnya, tujuan kegiatan agar pesantren semakin sehat, nyaman dan bersih karena dihuni santri. “Sehingga bisa menghasilkan santri berprestasi dan menjadikan lndonesia lebih kuat,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut dirinya juga menitipkan salam kepada para pengasuh pondok agar kegiatan pesantren sehat bisa terlaksana dengan baik sesuai harapan.

Sebagaimana diketahui, peserta lokakarya merupakan perwakilan pesantren dari lima keluarahan yang ada di Surabaya. Mereka juga merupakan perwakilan Puskesmas dan kelurahan yang ada.

Muh Nur Akhsin Ridho dari Direktorat Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes menjelaskan pesantren sehat merupakan amanah dari presiden.

“Agar tidak hanya di kalangan masyarakat semata yang memilik tanggung jawab sadar akan kebiasaan hidup sehat, melainkan dari unsur lain seperti pesantren juga sadar akan tanggung jawab itu,” katanya.

Pesantren sehat merupakan sebuah kemandirian. “Salah satunya dengan membiasakan dan menerapkan pola hidup sehat,” paparnya.

Ridho berharap program lokakarya menjadi mediator atau sebuah wadah pertemuan antara pihak pesantren dengan Puskesmas.

“Yang mana pada nantinya Puskesmas lah yang akan menjadi pembina dari program-program kesehatan yang ada di pesantren setempat,” jelasnya. (shir/nuo)