Nasional

Datangi Kantor Ansor, Yorrys Raweyai Klarifikasi Berita Hoaks Tuntutan Pembubaran Banser

Selasa, 27 Agustus 2019 21:50 wib

...
Yorrys Raweyai (dua dari kiri) kantor PP GP Ansor, Jakarta Pusat, Selasa 27 Agustus 2019 (santrinews.com/istimewa)

Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI terpilih asal Papua, Yorrys Raweyai, mendatangi kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Selasa malam, 27 Agustus 2019. Yorrys datang guna mengklarifikasi pemberitaan tuntutan pembubaran Barisan Ansor Serbaguna (Banser) oleh masyarakat Sorong yang mencatut namanya.

Setelah melakukan pertemuan tertutup, Yorrys bersama Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser Alfa Isnaeni, dan jajaran pimpinan Banser, menyebutkan bahwa tuntutan pembubaran Banser bukanlah pernyataan dari Yorrys.

Baca juga: Banser, Sang Penjaga Setia NKRI

Yorrys menceritakan kronologis pemberitaan tersebut. Yorrys mengaku menerima tujuh poin tuntutan itu dari pesan terusan di WhatsApp-nya. Ia ditanya oleh wartawan terkait tujuh poin tersebut.

Kepada wartawan, Yorrys hanya menjawab mendapat hal yang sama. Ia menuturkan setelah itu beredar pemberitaan yang menempatkan dirinya seolah terkait dengan tuntutan pembubaran Banser.

“Saya bilang dapat forward itu tapi tidak membaca isinya apa. Itu saja komen saya. Di-forward ke semua, siapa saja dapat,” ujarnya.

Poin pembubaran Banser adalah salah satu dari tujuh poin tuntutan yang disebut berasal dari masyarakat Sorong soal kisruh Papua.

Yorrys mengaku kaget sebab tiba-tiba besoknya muncul di poin ketiga tuntutan tersebut soal tuntuan pembubaran Banser yang mencatut namanya dalam pemberitaan tersebut.

“Kemudian ada nama saya di situ, menurut saya hoaks, saya merasakan dampak hoaks itu. Saya lakukan klarifikasi ke media terkait dan mereka langsung meluruskan,” tandas Yorrys.

Saat dimintai keterangan terkait latar belakang munculnya tuntutan itu dan siapa yang berkepentingan membubarkan Banser, Yorrys menolak untuk bicara lebih lanjut. Ia mengajak kepada media dan berbagai pihak untuk berhenti memanaskan situasi di Papua dan memecah belah NKRI.

“Sekarang harus kita sadari ada gerakan yang coba memecah belah anak bangsa. Ada momentum untuk mencoba memecah belah, Alhamdulillah semangat idealisme yang sudah ditanamkan ke kita sehingga bisa menangkal berita hoaks,” ujar Yorrys.

Baca juga: Hargai Pengorbanan Riyanto, Banser Jatim Usulkan Hari Kemanusiaan Nasional

Atas pemberitaan itu Yorrys pun mengaku dihubungi oleh sejumlah pihak termasuk Banser. “Jadi, ini menurut saya hoaks dan saya baru pertama kali merasakan dampak daripada hoaks ini,” ujarnya.

Alfa Isnaeni menuturkan pihaknya menerima klarifikasi Yorrys. Hanya saja, dia meminta politikus Partai Golkar itu agar lebih hati-hati lagi ke depannya.

Berkaca dari peristiwa ini, Banser bekerja sama dengan Yorrys bakal membentuk semacam gugus tugas untuk menangkal hoaks yang memiliki dampak luar biasa.

Gugus tugas juga bertujuan menjaga agar persatuan dan kesatuan Indonesia tidak terpecah oleh sesuatu yang tidak diinginkan.

“Bang Yorrys klarifikasi kepada kita bahwa apa yang muncul di berita itu menurut dia tidak benar, dia nerima hoaks,” kata Alfa.

“Karena klarifikasi kepada kita sebagai anak bangsa, sama ya, ok, kita terima. Selanjutnya hati-hati, bang, kira-kira begitu. Masa tokoh bangsa kena begitu,” tutur Alfa. (us/onk)