Nasional

Kelompok Taliban di Balik Penetapan Tersangka Imam Nahrawi, PMII Demo KPK

Jum'at, 20 September 2019 01:30 wib

...

Jakarta – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menginstruksikan seluruh kader PMII seluruh Nusantara untuk menggelar aksi serentak pada Jumat, 20 September 2019.

Instruksi demo dikeluarkan PB PMII merespon penetapan Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga kader PMII Imam Nahrawi sebagai tersangka oleh KPK.

Bagi kader PMII yang ada di Jakarta dan sekitarnya akan aksi demonstrasi di depan gedung Merah Putih KPK.

Koordinator Nasional PMII, Muhammad Syarif Hidayatullah mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk menuntut KPK agar ‘mengusir’ kelompok tertentu yang ada di internal KPK.

Pasalnya, kata Syarif, kelompok-kelompok tersebut menjadikan KPK hari ini menjadi alat politik sehingga kinerjanya tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan. Termasuk dalam penetapan Imam Nahrawi sebagai tersangka penerima suap dana hibah KONI.

“Terlepas dari Mas Imam adalah senior PMII, kita juga melihat bahwa kondisi di internal KPK sendiri itu terlalu politis dalam mengambil langkah-langkah,” ujar Syarif, saat dikonfirmasi, Kamis 19 September 2019.

Syarif menyinggung soal kelompok taliban di tubuh komisi antirasuah yang punya kepentingan tertentu.

“Hubungan kelompok Taliban kita lihat hari ini bahwa bukan hanya pemerintah yang akan diganggu tapi juga yang berlatar belakang Nahdliyin, kita lihat Imam Nahrawi sebagai kader PMII, notabenenya kader muda NU,” katanya.

Syarif kemudian menjelaskan kondisi politis di internal KPK semakin diperparah akibat mundurnya salah seorang pimpinan KPK setelah pemilihan pimpinan yang baru.

Selain itu, revisi UU KPK juga menurutnya menjadikan banyak kepentingan politik terus beredar di internal KPK.

Masih banyak juga penyidik-penyidik lama yang kemudian sudah mengundurkan diri dan masih menetap di KPK sampai hari ini,” katanya.

Lebih lanjut, Syarif mengatakan Jumat hari ini akan ada 2 ribu kader PMII yang turun melakukan aksi di depan KPK. Ia juga mengaku telah mendapatkan izin dari pihak Polda Metro Jaya.

Aksi serupa juga akan dilakukan serentak oleh pengurus cabang PMII di seluruh Indonesia.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Ketua Umum PB PMII Agus Mulyono Herlambang, dan Sekretaris Jenderal Sabolah Al Kalambi, menginstruksikan seluruh cabang PMII untuk menggelar aksi.

Syarif menyatakan PMII memberikan tiga tuntutan, yakni usir kelompok Taliban di KPK, meminta KPK tidak menjadi alat politik di akhir masa jabatannya, dan memeriksa unsur pimpinan dan penyidik KPK.

Isu soal kelompok Taliban di tubuh KPK dilontarkan oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Menurut Pane, pegawai Taliban di KPK adalah pengikut penyidik Novel Baswedan. Lalu ada pula Polisi India di KPK yang merupakan kubu berseberangan.

Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo menampik isu kelompok Taliban yang beraliran radikal.

KPK mengumumkan penetapan tersangka Imam Nahrawi pada Rabu, 18 September 2018, sore, dalam kasus dana hibah KONI tahun anggaran 2018. (us/cnn)