Nasional

Khofifah: Unhasy Kampus Keislaman yang Punya Tim Robotika Hebat

Minggu, 27 Oktober 2019 00:30 wib

...

Jombang – Menjawab tantangan perkembangan revolusi industri 4.0, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut kemajuan Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng, Jombang sangat menggembirakan.

Hal itu dikatakan Khofifah saat menghadiri Wisuda ke-28 Unhasy yang diikuti 546 wisudawan dari D3 (ke-1), S1 (ke-28), dan S2 (ke-15), pada Sabtu 26 Oktober 2019.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga meresmikan gedung kampus C dan peletakan batu pertama pembangunan gedung Laboratorium Robotika, sekaligus sebagai persembahan Unhasy pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019.

Khofifah mencontohkan, pada September lalu, mahasiswa program studi Teknologi Informasi dan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi Unhasy, mengikuti kontes Robot Terbang Nasional 2019 yang digelar Kemenristek Dikti di Lapter AL di Grati, Pasuruan.

“Unhasy sebagai pendatang baru mampu menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Mampu bersaing dengan berbagai perguruan tinggi besar di bidang teknologi, seperti ITB, ITS, UGM, UI, Unair, UB,” kata Khofifah.

Baca juga: Di Unhasy, Mahasiswa Tidak Semata Kuliah

Dalam kontes tersebut, Unhasy meraih tiga penghargaan sekaligus. Dalam Kategori Fixed Wing (FW) sebagai pendatang baru terbaik, kategori rancing plane (RP) sebagai pilot terbaik, serta Unhasy satu-satunya perguruan tinggi yang dapat penghargaan wing penerbang dari kepala Lanudal di Surabaya.

Khofifah menambahkan, menghadapi tantangan industri 4.0, masyarakat Jatim harus mampu mewujudkan koneksitas antarlembaga, antarsektor, dan antardaerah, serta memberikan layanan terbaik dan terdepan.

Termasuk lewat program Millenial Job Center (MJC) dan East Java Super Coridor (EJSC) yang digagas Pemprov Jatim. Tujuannya agar menghadapi era industri 4.0 ini, para milenial dapat memiliki skill yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Khofifah menjelaskan, di Indonesia ada beberapa persoalan yang menjadi kendala start up. Hal itu antara lain karena faktor modal, sumber daya manusia (SDM), fasilitas, regulasi, dan peraturan perundang-undangan serta pasar.

Baca juga: Jalankan Amanah Gus Dur, Khofifah Komitmen Berdayakan Pesantren

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemprov Jatim tengah menyiapkan empat pilar strategis. Yaitu ekonomi fisik dengan mendorong lokasi klaster industri digital, dengan memaksimalkan klaster industri digital lewat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari.

“Pemprov Jatim juga akan menyiapkan UKM Go-Digital, Venture Capital, dan Talent Pool,” ujarnya. (rus/onk)