Nasional

Cak Imin: Santri dan Pesantren Bagian Penting Pembangunan Nasional

Senin, 28 Oktober 2019 08:00 wib

...

Palu – Wakil Ketua DPR RI H A Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyatakan peran santri dan pesantren cukup vital sehingga menjadi bagian penting pembangunan nasional.

Apalagi dalam berbagai catatan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, santri berperan penting dalam membebaskan Indonesia dari jajahan penjajah kala itu.

Perjuangan kaum santri bukan hanya untuk melahirkan generasi yang unggul dan tangguh.

“Dari pesantren di mana saja, tidak saja diakui dan tidak saja dihormati tapi harus menjadi bagian dari pembangunan nasional,” kata Cak Imin di depan ribuan santri se-Sulawi Tengah, di Lapangan Vatulemo, Palu, Ahad 27 Oktober 2019.

Baca juga: Cak Imin: Kebijakan Politik PKB Berpijak pada Hasil Bahtsul Masail Santri

Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 dikemas dengan deklarasi santri se Sulteng menolak radikalisme.

Cak Imin menyebut 70 persen rakyat Indonesia merupakan santri sehingga di pundak para santri jugalah nasib Indonesia di masa-masa yang akan datang.

“Kalau 70 persen santri ini maju maka otomatis bangsa Indonesia akan maju. Kalau 70 persen santri ini menjadi kekuatan yang unggul dari bangsa kita, Insya Allah bangsa kita akan unggul,” tegasnya.

Di hadapan Wali Kota Palu, Hidayat, Bupati Sigi, Irwan Lapata dan perwakilan kepala daerah di Sulteng dan ribuan santri yang hadir, Cak Imin menerangkan tidak ada yang tidak mengakui peran santri dalam pembanguan nasional apalagi kemerdekaan Indonesia.

“Yakin dan optimislah di pesantren tempat anda belajar anda akan menjadi generasi yang unggul dan calon pemimpin bangsa dan negara di masa yang akan datang,” ujarnya.

Baca juga: Kontroversi UU Pesantren: Kitab Kuning hingga Syarat Kiai

Ia mengajak seluruh santri di Sulteng agar optimistis menjadi penentu bagi warna masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan bagi kemajuan bangsa.

Kelak di masa depan, sambungnya, para santri yang akan menentukan arah langkah bangsa Indonesia sehingga ia yakin Indonesia tidak akan pernah salah jalan dalam bimbingan santri. (shir/ant)