Nasional

Kritik Menag, PBNU: Cingkrang dan Cadar itu Bukan Radikal

Senin, 04 November 2019 23:30 wib

...
Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini (santrinews.com/istimewa)

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatuhl Ulama (PBNU) mengkritik pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi soal penggunaan niqab atau cadar bagi perempuan dan celana cingkrang untuk laki-laki.

Sekretaris Jenderal PBNU, H Ahmad Helmy Faishal Zaini mengaku tidak setuju apabila seseorang perempuan yang bercadar atau pria yang bercelana cingkrang itu disebut radikal.

“Di keluarga saya tidak ada yang bercadar, tetapi saya tidak setuju jika mereka yang bercadar atau celana cingkrang disebut radikal,” kata Helmy Fasihal di akun Twitternya, Ahad, 3 November 2019.

Menurut Helmy, radikalisme itu tidak ada kaitannya dengan cara berpakaian seseorang. Radikalisme menurutnya tumbuh dalam pikiran.

“Radikalisme itu dalam pikiran bukan dalam pakaian. Radikal dan ready call jelas beda,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi mewacanakan akan melarang pengguna cadar untuk masuk ke instansi milik pemerintah. Hal itu ia katakan karena alasan keamanan usai penusukan mantan Menkopolhukam Wiranto.

Fachrul mengatakan rencana itu masih dalam kajian. Namun aturan itu sangat mungkin direkomendasikan Kemenag atas dasar alasan keamanan.

“Nantinya bisa saja ada langkah-langkah lebih jauh, tapi kita tidak melarang niqab, tapi melarang untuk masuk instansi-instansi pemerintah, demi alasan keamanan,” kata Fachrul dalam Lokakarya Peningkatan Peran dan Fungsi Imam Tetap Masjid di Hotel Best Western, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019. (us/onk)