Nasional

26 Terduga Teroris Jaringan Bom Medan Tak Hafal Pancasila-Indonesia Raya

Senin, 18 November 2019 22:30 wib

...
Seorang terduga teroris (tengah) saat menjalani rekonstruksi di Bandung, Jawa Barat, 26 Oktober 2017 (santrinews.com/istimewa)

Medan – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan 26 terduga teroris yang ditangkap tidak bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan tidak mampu menyebutkan sila-sila Pancasila.

Sebanyak 26 terduga teroris itu terafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan ditangkap di Sumut usai terjadi peledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

“Sebagian tadi saya cek di tahanan ada yang menyesal ikut kelompok itu (JAD). Tapi ya itu semua apakah karena strategi. Tapi rata-rata saat saya suruh nyanyi Indonesia Raya, mereka tidak bisa, disuruh Pancasila enggak hapal,” tutur Agus, Senin, 18 Nopember 2019.

“Saya tanya cinta Indonesia? Mereka diam saja, kalau enggak cinta keluar saja dari Indonesia. Saya bilang gitu,” lanjutnya.

Menurut Agus, 26 terduga teroris itu telah berbaiat kepada ISIS seperti anggota JAD pada umumnya. Mereka juga memiliki kemampuan merakit bom hingga merekrut anggota baru.

Agus yakin mereka berada dalam kelompok dengan jumlah anggota yang besar.

“Mereka berbaiat kepada ISIS baik kepada Abu Bakar al-Baghdadi maupun penggantinya, mereka ingin menunjukkan eksistensinya,” imbuh Agus.

Aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada pukul 08.45 WIB, Rabu, 13 Nopember 2019, lalu. Pelakunya diketahui bernama dengan inisial RMN, tewas seketika.

Sementara enam orang lainnya terluka. Mereka terdiri dari empat petugas kepolisian, satu pegawai lepas, dan satu warga sipil. Tidak ada korban jiwa selain RMN yang meledakkan bom bunuh diri.

Bom itu juga mengakibatkan sejumlah kendaraan rusak. Tiga di antaranya kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi.

Setelah terjadi bom bunuh diri, Kepolisian bergerak menangkap sejumlah terduga teroris di beberapa wilayah. Ada 26 terduga teroris yang ditangkap di Sumatera Utara. Jika ditotal, ada 46 terduga teroris yang ditangkap di berbagai wilayah.

Polisi juga mengamankan istri serta mertua pelaku. Kepolisian menduga RMN terpapar radikalisme dari istrinya. (shir/cnn)