Nasional

KH Said Aqil: Gus Sholah Banyak Berjasa dalam Perjuangan NU

Senin, 03 Februari 2020 02:30 wib

...
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj bersilaturahim dengan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid, di Pesantren Tebuireng, Sabtu 29 Desember 2018 (santrinews.com/istimewa)

Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj mengucapkan bela sungkawa atas wafatnya KH Salahuddin Wahid alias Gus Sholah. Ia menilai, Gus Sholah sosok yang banyak berjasa bagi NU dan Pesantren Tebuireng.

“Gus Sholah, seorang ulama, pemangku Pondok Pesantren Tebuireng, adik Gus Dur, cucu pendiri NU, yang telah banyak jasanya dalam memperjuangkan Nahdlatul Ulama dan mengembangkan Pesantren Tebuireng,” kata Kiai Said Aqil dalam pesan suara kepada wartawan, Ahad, 2 Februari 2020.

Gus Sholah meninggal di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, Ahad malam, pukul 20.55 WIB. Adik kandung Gus Dur itu wafat di usia 77 tahun.

Ketua PBNU Robikin Emhas mengatakan masyarakat Indonesia telah kehilangan sosok panutan. Robikin menyebut Gus Sholah adalah tokoh yang gigih memperjuangkan martabat kemanusiaan dan hak asasi manusia.

“Tokoh yang mempimpikan umat agar bersatu. Semoga kita dapat meneruskan perjuangan beliau,” kata Robikin.

Jenazah Gus Sholah akan dimakamkan di komplek Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Diperkirakan jenazah akan tiba di Tebuireng sekitar pukul 14.00 WIB.

Gus Sholah merupakan salah satu ulama dengan nama besar, sekaligus cucu pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari. Ia lahir di Jombang pada 11 September 1942. (red)