Pojok Santri

Jangan Ngopi Bareng Terus, Sesekali Membaca, Gus!

Rabu, 17 Januari 2018 14:03 wib

...

Oleh: Ubaidillah

Group WA yang saya ikuti tiba-tiba saja ramai setelah salah satu anggota mengirimkan gambar Khofifah Indar Parawansa dengan tulisan “Akhirnya NU Kehilangan Jabatan Karena Ambisi.”

Orang itu juga mengirimkan link berita berjudul “Akhirnya NU Kehilangan Jabatan Menteri Sosial” yang tayang di www.ngopibareng.id

Gambar dan link itu kemudian saya perlihatkan ke seorang teman yang kebetulan ngopi bersama. Ia hanya tersenyum dan berucap, “Itu timnya si Anu kebanyakan ngopi bareng. Biar sedikit lebih cerdas, jangan cuma ngopi saja, tapi sesekali diselingi baca buku, minimal baca portal media online. Biar wawasannya tidak cekak,” katanya.

“Lha apa hubungannya?,” tanyaku. Ia hanya tertawa dan saya pura-pura tidak tahu maksudnya.

Teman saya yang biasa saya panggil Sang Pengasuh, meminta saya mengetikkan nama Idrus Marham dan profilnya di mesin pencarian Google.

“Kamu itu, jangan sering ngopi bareng, tapi pengetahuan tetap tertinggal sendirian di belakang,” jawabnya. “Apalagi kebanyakan ngopi sachetan, pikiran jadi tumpul,” sambungnya seraya tertawa lepas.

Sebenarnya, tanpa buka media online, saya sudah tahu sejak masih mahasiswa baru beberapa tahun silam, bahwa gambar dan berita yang termuat itu tidak lain adalah untuk menjatuhkan nama Khofifah di mata Nahdliyyin, khususnya di Jawa Timur.

Sebab, ketika nama Khofifah jatuh, ada calon lain yang diuntungkan dalam Pilgub Jatim 2018. Siapa? Rahasia. Tapi ciri-cirinya, orang itu ke sana ke mari cuma ngajak Ngopi Bareng.

Bagaimanapun, NU tidak kehilangan kader terbaiknya di kursi Menteri. Sebab, Idrus Marham itu adalah kader NU. Ia pernah aktif di IPNU, badan otonom Nahdlatul Ulama. Juga aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organisasi kemahasiswaan yang dilahirkan dari rahim NU.

Jadi, tidak usahlah meragukan ke-NU-an Idrus Marham. Ia lebih NU dari orang yang ketika masih muda aktif di organisasi kemahasiswaan lainnya yang tidak memiliki hubungan apapun dengan NU. Sebut saja misalnya, salah satu perhimpunan.

Digantikannya Khofifah sebagai Menteri Sosial oleh Idrus justru harus disyukuri oleh segenap warga Nahdliyyin. Ini artinya ada sosok kader NU lain yang dinilai mumpuni sebagai pelayan masyarakat melalui pemerintahan.

Akhirnya, selamat kepada NU yang selalu melahirkan tokoh-tokoh yang siap mengabdi kepada masyarakat. Oh iya, pesan untuk Idrus Marham: “Sabar Pak. Anda difitnah cuma oleh orang yang berambisi besar demi jabatan.” (*)