Politik

Jelang Mukernas, PKB Minta Doa dan Nasihat Kiai NU Jatim

Senin, 05 April 2021 13:00 wib

...

Surabaya – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah berusia 22 tahun. Berdiri sejak 1998, PKB telah mengarungi sejarah panjang pembangunan bangsa dengan berbagai dinamika dan problematikanya.

Manis dan getirnya pengalaman masa lalu diharapkan menjadi modal bagi PKB untuk terus berjuang dan berorientasi pada peningkatan kontribusi peran politik kebangsaan di masa depan.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar saat menerima kunjungan Ketua Umum DPP PKB A Muhaimin Iskandar, di Kantor PWNU Jawa Timur Jl. Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya, Ahad malam, 4 April 2021.

“Memori masa lalu PKB penting untuk menjadi pelajaran. Tapi jangan sampai menjadi hambatan untuk semakin maju dan meningkatkan kontribusi peran politik demi kemaslahatan umat dan bangsa ke depan,” kata Kiai Marzuqi.

Kiai Marzuqi juga meminta kepada PKB agar memastikan seluruh kadernya menguatkan komitmen politik kebangsaan sebagaimana garis perjuangan NU dan pesantren.

Sementara itu, Cak Imin – sapaan akrab Muhaimin Iskandar menyampaikan rasa syukurnya bisa bersilaturahmi dengan para kiai dan tokoh NU Jatim. Ia juga bahagia melihat para kiai dalam keadaan sehat wal afiat.

“Akibat pandemi, setahun lebih kami tidak sowan. Alhamdulillah, menjelang pelaksanaan Mukernas dan Munas Alim Ulama pada 8 April ini, kami bisa sowan untuk memohon doa dan arahan kepada para kiai,” kata Cak Imin.

Wakil Ketua DPR RI ini menyampaikan bahwa gerakan politik PKB memang perlu banyak melakukan adaptasi dengan adanya pandemi Covid-19.

Karena itu, pihaknya ingin mendengar nasihat para kiai berkaitan dengan ide atau program supaya peran politik warga NU makin produktif dalam membangun bangsa dan negara ini.

“Tentu PKB tidak bisa sendirian. Kami harus terus membangun kebersamaan dengan seluruh elemen yang memiliki kesamaan komitmen kebangsaan,” ujarnya.

Selain Kiai Marzuqi, para kiai yang hadir juga menyampaikan gagasan dan pandangannya. Antara lain KH Abdul Matin Jawahir (wakil rais), KH Ali Maschan Moesa (wakil rais), KH Syafrudin Syarif (katib), KH Ma’sum Faqih (wakil katib), KH Abd Salam Shohib (wakil ketua), KH Fahrur Rozi (wakil ketua), Prof Muzakki (sekretaris), dan H Mathorur Rozaq (bendahara).

Cak Imin hadir didampingi oleh Jazilul Fawaid (Wakil Ketua Umum), M Hasanuddin Wahid (Sekjen) dan Abdul Halim Iskandar (Ketua DPW PKB Jawa Timur). (red)