Politik

Ini Komitmen Prabowo kepada Kiai Pesantren Magelang

Sabtu, 05 Juli 2014 18:23 wib

Magelang – Momentum pemilihan presiden merupakan agenda penting, tidak hanya untuk menentukan masa depan Indonesia, namun juga bagi dinamika politik keagamaan di berbagai daerah.
 
Berpijak pada keyakinan itu, Jumat, 4 Juli 2014 kemarin, ada sekitar 200 kiai se-Karisidenan Kedu menyelenggarakan ‘workshop dan lailatul ijtima’ di Pondok Pesantren Ushuluddin Ngadirejo, Salaman, Magelang, untuk menyikapi pilpres 2014.

Hadir dalam acara itu, KH Nasrul Fattah (Tegalrejo, Magelang),  KH Abdul Chakim, KH Mahfud Chamid (Maron, Loano, Purworejo), KH Yusuf (Watucongol, Magelang), KH Said Asrori, dan Gus Cholil Asrori (Magelang).
 
Pengasuh Pesantren Ushuluddin KH Manshur Hadziq mengungkapkan bahwa kiai-kiai perlu mengerti peta politik dan mempunyai gambaran yang jelas tentang Pilpres 2014.

“Kiai-kiai yang ada di kawasan Kedu, perlu mempunyai peta utuh tentang Pilpres 2014. Tidak hanya mendapat informasi dari media massa dan televisi, akan tetapi harus punya akses langsung untuk mendengar komitmen dari calon presiden,” ujarnya.

Menurut dia, dalam konteks ini agenda berkumpulnya kiai-kiai penting yang tersebar di kampung-kampung Magelang, Temanggung, Purworejo, dan Kebumen menjadi sangat signifikan.

Fasilitator workshop ini, Dr Thonthowi menegaskan bahwa pihak penyelenggara sudah mencoba menghubungi kedua calon presiden, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto untuk mendengar secara langsung apresiasi, visi misi dan komitmennya terhadap Nahdliyyin dan pesantren.

“Namun hanya Pak Prabowo Subianto yang mau menyapa secara langsung dengan Kiai-Kiai di Karisidenan Kedu ini,” terangnya.
 
Pada agenda tersebut, diadakan teleconference untuk mendengarkan sambutan, visi misi dan komitmen Prabowo Subianto. Prabowo mengungkapkan, bahwa bangsa Indonesia harus berterima kasih pada kiai-kiai yang selama ini mengawal kesatuan NKRI tanpa pamrih.
 
“Indonesia merupakan Negara yang besar dan kaya raya. Selama ini, Kiai-kiai di negeri ini berperan penting untuk merekatkan harmoni dan menjaga perdamaian. Ketika Negara sedang dalam keadaan genting, kiai-kiai berusaha untuk mengawal agar Negara ini damai kembali,” tegasnya.
 
Untuk itu, seperti dilansir Okezone, Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya sangat menghormati kiai dan menghargai pesantren.

“Saya selalu berkonsultasi kepada kiai-kiai ketika terjadi hal-hal krusial menyangkut bangsa dan Negara. Saya memastikan, ketika mendapat amanah dari rakyat, kiai dan pesantren akan menjadi bagian penting dari Istana Merdeka. Saya memberi ruang bagi tokoh-tokoh pesantren untuk terlibat dalam pemerintahan, agar membentuk Negara yang kuat, bermoral dan disegani di level internasional,” janjinya.
 
Workshop dan lailatul ijtima’ ini menjadi agenda krusial di tengah berbagai informasi positif dan negatif yang beredar menjelang Pilpres. Forum ini, menjadi tabayyun dan diskusi kiai-kiai dengan calon presiden, tentang komitmen dan apresiasinya terhadap perkembangan pesantren. (met/ahay)