Politik

Duet Muhaimin-Imam Nahrawi Layak Dipertahankan

Sabtu, 16 Agustus 2014 10:01 wib

...
A Muhaimin Iskandar dan Imam Nahrawi (dok/santrinews.com)

Jakarta – Duet kepemimpinan Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum dan Imam Nahrawi sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) dinilai layak dipertahankan.

Hal demikian diungkapkan Koordinator Forum Pemuda Kebangkitan Bangsa (FPKB), Darus Salam Kusmaji, menjelang perhelatan Muktamar PKB pada 30-31 Agustus 2014 mendatang di Hotel Empire Palace, Surabaya.

“Imam Nahrawi itu orang yang paling cocok dalam menerjemahkan visi kepemimpinan Cak Imin (Muhaimin Iskandar),” kata Salam, di Jakarta, Sabtu, 16 Agustus 2014.

Menurut dia, perhelatan Muktamar akan menumbuhkan optimisme di kalangan Nadliyin dan pemilih PKB. Dia pun berharap, kedepan PKB semakin solid, kokoh, dan tangguh serta menjadi partai yang modern.

“Dengan Muktamar ini, peran serta PKB dalam konteks memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara semakin besar, apalagi dengan politik rahmatan lil “˜alaminnya,” tandasnya.

Dengan solidnya PKB, Salam berharap PKB dapat memenangi pemilu tahun 2019. “Insya Allah 20 persen kursi nasional,” imbuh pria yang pernah menjadi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini.

Sejauh ini, Muktamar PKB hampir dipastikan secara aklamasi akan meminta Muhaimin Iskandar kembali menjadi Ketua Umum DPP PKB periode 2014-2019. Selain keponakan Gus Dur itu dinilai sukses memimpin PKB, juga sampai sekarang belum ada tokoh lain yang bisa menandingi ketokohannya.

Aroma persaingan justru dipastikan panas dalam perebutan posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB. Diantara beberapa nama yang muncul dan layak menduduki posisi sekjend adalah Imam Nahrawi (sekjend sekarang), Marwan Jakfar (ketua FKB DPR RI), dan Hanif Dhakiri (ketua DKN Garda Bangsa). (jaz/ahay)