Politik

Gemasaba Jatim Pecah Kongsi Dukungan

Selasa, 19 Agustus 2014 17:41 wib

Surabaya – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menggelar muktamar pada 31 Agustus – 1 September 2014 di Hotel Empire Palace Surabaya. Salah satu agendanya adalah pemilihan ketua umum dan sekretaris jenderal untuk memimpin PKB lima tahun kedepan.

Posisi ketua umum diramal kuat akan kembali diduduki Muhaimin Iskandar. Perebutan panas justru pada posisi sekretaris jenderal yang sekarang diduduki Imam Nahrawi.

Meski tidak punya hak suara, Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Jatim bahkan mengalami pecah kongsi dukungan terhadap kandidat sekjend untuk mendampingi Muhaimin Iskandar karena masing-masing pengurus punya jagoan sendiri.

Ketua Gemasaba Jatim, Salim Asyhuri memilih menyuarakan dukungan kepada Marwan Jakfar, sementara Misbahul Munir, pengurus Gemasaba Jatim bidang Kerjasama Antar Lembaga lebih mendukung Imam Nahrawi.

Saat ini Marwan Jakfar tercatat sebagai ketua Fraksi PKB DPR RI. Di internal PKB beredar empat nama kandidat sekjend. Selain Imam dan Marwan, ada Hanif Dhakiri (Ketum DPP Garda Bangsa) dan Abdul Kadir Karding (Wakil Ketua DPP PKB).

“Yang terkuat adalah Marwan Jakfar untuk posisi sekjend. Kami Gemasaba Jatim dukung Marwan Jakfar,” tegas Salim beberapa waktu lalu.

Namun, menurut Misbahul Munir, Imam Nahrawi lebih layak dipertahankan sebagai sekjend. Alasannya, mantan ketua DPW PKB Jatim itu sudah terbukti loyalitasnya terhadap organisasi.

“Cak Imam (Imam Nahrawi) satu-satunya sosok di internal PKB yang nilai resistensinya rendah. Beliau juga dipandang lebih bisa menyatu dengan basis PKB di kalangan nahdliyin,” kata Munir, dalam keterangan tertulisnya yang diterima SantriNews, Selasa, 19 Agustus 2014.

Munir menambahkan, pada masa kepengurusan satu periode yang lalu, Imam Nahrawi terbukti sukses menjalankan tugas-tugas kesetretaritan dengan baik serta mampu berharmonisasi dengan ketua umum Muhaimin Iskandar.

Terkait ketua umum, arus besar dukungan cabang seluruh Indonesia tetap mengarah ke Muhaimin Iskandar. Begitu juga dukungan Salim Asyhuri dan Misbahul Munir. Mereka bersepakat mendukung keponakan Gus Dur itu untuk tetap menjadi ketua umum.

Munir mengakui bahwa Gemasaba Jatim memang belum mempunyai hak suara di Muktamar PKB yang akan datang. “Tapi setidaknya masukan dari kader muda PKB ini menjadi pertimbangan dalam perumusan kebijakan partai di muktamar yang akan datang,” tegas Munir. (jaz/nin)