Politik

PKB Surati Raja Arab Saudi Soal Isu Pemindahan Makam Nabi

Sabtu, 06 September 2014 08:35 wib

...
Ketua Umum DPP PKB, HA Muhaimin Iskandar (dok/santrinews.com)

Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membentuk tim khusus yang terdiri dari para kiai NU dan pengurus partai untuk bertemu ulama serta pemerintah Arab Saudi guna mengklarifikasi kabar rencana pemindahan makam Nabi Muhammad SAW.

“Tim ini akan melakukan verifikasi (tabayyun) keaslian berita pemindahan makam Nabi, yang selalu dimunculkan dan membuat kekhawatiran umat seluruh dunia,” ujar Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar di Jakarta, Jumat 5 September 2014.

Sebelum tim bergerak lebih jauh, DPP PKB terlebih dulu mengirim surat resmi kepada Raja Arab Saudi untuk memberikan penjelasan. Dalam kaitan ini, PKB sebagai bagian dari representasi Islam Ahlussunah Wal Jamaah di Indonesia meminta kepada pemerintah Saudi mengeluarkan statement resmi bahwa sampai kapanpun tidak akan pernah memindahkan makam Nabi Muhammad SAW.

“Demi memuliakan Nabi Muhammad SAW dan menjaga persatuan umat Islam sedunia, Dewan Pengurus Pusat PKB mendesak Pemerintah Arab Saudi untuk menolak setiap usulan, rencana, dan keinginan dari siapapun yang hendak memindahkan makam Nabi Muhammad SAW,” tandasnya.

Pernyataan resmi pemerintah Saudi ini, menurut Cak Imin, sangat penting untuk mengakhiri polemik tentang rencana pemindahan makam Nabi. Jika, pemerintah Arab Saudi tidak segera mengeluarkan pernyataan resmi tentang pemindahan makam Nabi, maka hal itu akan mengundang ketidakpastian dan menimbulkan bibit-bibit pertentangan di tubuh umat Islam seluruh dunia.

“Statement tentang tidak adanya rencana pemerintah Arab Saudi untuk memindahkan makam Nabi SAW tidak bisa diwakili oleh Menteri Agama RI, karena Menag bukanlah corongnya Duta Besar Arab Saudi. Harusnya pihak Dubes Arab yang langsung mengeluarkan pernyataan resmi melihat betapa sensitifnya masalah ini bagi sebagian besar umat Islam di dunia khususnya Indonesia,” ulasnya.

Cak Imin seperti dilansir Okezone, menambahkan, PKB juga meminta kepada pemerintah RI untuk melakukan segala upaya diplomasi mencegah upaya pemindahan makam Nabi. Begitu pula dengan pimpinan DPR RI yang menjadi anggota parlemen negara-negara Organisasi Konferensi Islam agar menggalang dukungan penolakan pemindahan makam Nabi.

Bagi umat Islam, makam Nabi Muhammad merupakan tempat suci. Setiap hari, banyak jemaah yang berdoa di sana. Terlebih, saat musim haji tiba, peziarah akan membludak berziarah ke makam Nabi. Karena itu, memindahkan makam Nabi sama saja dengan melukai umat Islam. Sebab, umat Islam memiliki pegangan kuat.

“Man zarani ba’da wafaati fa ka annama zaraani fi hayaati (barang siapa menziarahiku sesudah wafatku, maka seakan-akan menziarahiku di masa hidupku),” terang Cak Imin mengutip hadits nabi.

Mencermati fenomena di atas, PKB mengajak seluruh umat Islam di Indonesia mewaspadai gerakan Islam radikal dan wahabisme yang telah menyusup di nusantara.

Jika dibiarkan dan tidak diantisipasi, gerakan ini akan terus membesar dan pada akhirnya bisa melakukan tindakan merusak situs sejarah dan budaya Islam Indonesia.

PKB akan berdiri terdepan melawan radikalisme dan wahabisme di tanah air, sebab mereka semua tidak sejalan dengan Islam cita rasa nusantara yang menjadi landasan perjuangan PKB,” janji Cak Imin. (ahay)