Politik

Ini Susunan dan Profil 34 Manteri Kabinet Kerja Jokowi-JK

Minggu, 26 Oktober 2014 20:07 wib

...
Presiden Joko Widodo mengumumkan nama menteri Kabinet Kerja di halaman Istana Merdeka, didampingi Wapres Jusuf Kalla, Ibu Negara Iriana Jokowi (kiri) dan Mufidah Jusuf Kalla (kompas/santrinews.com)

Jakarta – Presiden Joko Widodo mengumumkan nama-nama menteri dalam kabinetnya yang akan membantu menjalankan roda pemerintahannya untuk lima tahun kedepan. Jokowi menyebutnya Kabinet Kerja.

Saat mengumumkan nama menteri Kabinet Kerja, Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kallla, ibu Negara Iriana Jokowi, dan Mufidah Jusuf Kalla.

Ada 34 menteri yang diumumkan. Artinya, Jokowi mengambil jatah maksimal dari yang diperbolehkan UU Kementerian Negara.

“Pengumuman ini lebih cepat 8 hari dari batas maksimal 14 hari yang diatur oleh UU Kementerian Negara,” kata Jokowi.

Berikut susunan dan profil singkat menteri Kabinet Kerja masa bakti 2014-2019.

1. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno

Pratikno adalah Rektor Universitas Gajah Mada sekaligus Guru Besar FISIP UGM sejak 2010. Pendidikan terakhir dia selesaikan di Australia pada 1997 di Jurusan Political Science, Faculty of Social Science di Flinders University.

2. Menteri PPN/Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago

Andrinof Chaniago adalah salah satu pakar yang terlibat dalam tim sinkronisasi program Jokowi-JK di Tim Transisi. Dia dikenal luas sebagai pengamat politik dan kebijakan publik. Menurut Presiden Jokowi, Andrinof banyak menulis soal kegagalan pembangunan. “Saya pilih dia supaya tidak gagal”. Andrinof.

3. Menko Kemaritiman: Indrayono Soesilo

Indroyono Soesilo saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan. Lulusan Kanada ini juga pernah menjadi Dirjen Penyerasian Riset dan Eksplorasi Laut, Departemen Kelautan dan Perikanan. Pada 1998 menjadi Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam.

4. Menteri Perhubungan: Ignatius Jonan

Nama Ignasius Jonan melesat begitu memimpin PT Kereta Api Indonesia. Alumnus Universitas Airlangga jurusan Akuntansi ini berhasil memberi wajah baru kepada urusan perkeretaapian Indonesia. Sebelum menjabat Dirut PT KAI, pernah menjadi Managing Director and Head of Indonesia Investment Banking Citi (2006-2008).

5. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti adalah Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product yang bergerak di bidang ekspor hasil perikanan, juga pemilik maskapai lokal Susi Air. Susi mengawali profesinya sebagai pengepul ikan di Pangandaran. Di PT ASI Pudjiastuti Marine Product, salah satu produk andalannya adalah lobster yang diberi nama Susi Brand.

6. Menteri Pariwisata: Arief Yahya

Arief Yahya selama ini lebih dikenal sebagai CEO PT Telkom. Nama Arief masuk dalam daftar “25 Business Leader” versi Majalah Swa. Selama menangani Telkom, pencatatannya mencapai lebih dari Rp 50 triliun.

7. Menteri ESDM: Sudirman Said

Sudirman Said saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Pindad. Ia bukan nama baru di dunia ESDM karena pernah mengampu sejumlah jabatan ekskutif di BUMN maupun perusahaan swasta bidang ESDM. Salah satunya adalah PT Pertamina, sebagai staf ahli Direut Pertamina. Di bidang birokrasi, Sudirman pernah menjabat Deputi Kepala Badan Pelaksana Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias. Ia juga adalah pendiri Dewan Pengawas Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI).

8. Menkopolhukam: Tedjo Edy Purdjianto

Lulus dari Akademi TNI Angkatan Laut tahun 1975 ini mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando ABRI angkatan ke-25. Pernah menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI, Kepala Staf Umum TNI serta Kepala Staf Angkatan Darat (2008-2009).

9. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo

Tjahjo Kumolo adalah politisi kawakan PDI Perjuangan kelahiran Surakarta. Ia menjadi anggota DPR untuk periode 2014-2019. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro ini pernah bergabung juga dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Jabatan terakhir dia di partai, adalah sekjend PDI Perjuangan.

10. Menteri Luar Negeri: Retno Marsudi

Retno Marsudi kini adalah Duta Besar Indonesia untuk Belanda. Dia menjadi Menteri Luar Negeri perempuan pertama di Indonesia. Karir diplomatnya dimulai pada 1986, pernah menjadi Direktur Eropa dan Amerika dan pada 2003 menjadi Direktur Eropa Barat. Selain di Belanda, Retno juga pernah menjadi Duta Besar RI di Norwegia dan Islandia.

11. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu

Ryamizard Ryacudu menjadi Kepala Staf Angkatan Darat untuk periode 2002-2005. Ia mulai menjadi Jendrat terhitung tahun 2002 silam. Ia terlibat dalam Operasi Seroja Timor Timur untuk beberapa periode.

12. Menteri Hukum dan HAM: Yasona Laoly

Nama Yasonna Laoly mungkin tidak banyak terdengar, tapi dia adalah seorang Doktor dari North Carolina State University di Amerika Serikat. Karirnya di bidang legislatif adalah menjadi anggota DPR dari PDI Perjuangan (2004-2009). Di Sumatera Utara, ia adalah Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan (2005-2008).

13. Menteri Komunikasi dan Informasi: Rudyantara

Rudiantara adalah orang lama di industri telekomunikasi. Ia pernah berkarir di Indosat, Telkomsel, Excelkomindo dan Telkom. Ia kini masih menjadi salah satu Komisaris Indosat. Permasalahan TI Indonesia akan jadi tanggung jawabnya dalam lima tahun mendatang, misalnya soal peningkatan infrastruktur serta tata kelola internet.

14. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yudi Chrisnandi

Yuddy Chrisnandi adalah lulusan Program Doktor Ilmu Politik di Universitas Indonesia yang malang melintang sebagai staf khusus pejabat, mulai dari Ketua BPPN, Kapolri sampai Wakil Presiden (2001-2003). Kini adalah Ketua DPP Partai Hanura (2010-2015).

15. Menko Perekonomian: Sofyan Djalil

Sofyan Djalil sebelumnya pernah menjadi menteri yaitu Menteri Komunikasi dan Informatika dan Menteri BUMN di pemerintahan SBY-JK. Pria kelahiran Peureulak, Aceh Timur, ini dikenal sebagai pekerja keras. Setelah meninggalkan posisi Menteri BUMN, ia menjadi staf ahli Wakil Presiden Boediono. Jenjang pendidikan terakhirnya adalah S3 dengan bidang studi International Financial and Capital Market Law and Policy.

16. Menteru Keuangan: Bambang Brojonegoro

Bambang Brodjonegoro saat ini adalah Wakil Menteri Keuangan Indonesia. Selain piawai di bidang ekonomi, Bambang juga sempat belajar soal tata wilayah dan perkotaan. Di kesempatan sebelumnya, Bambang mengatakan kalau tugas berat di Pemerintahan Jokowi-JK adalah memelihara inflasi dan mengurangi defisit neraca berjalan.

17. Menteri BUMN: Rini Sumarno

Disebut Presiden Jokowi sebagai sosok yang “bekerja super cepat”, Rini Mariani Soemarno adalah lulusan Fakultas Ekonomi dari Wellesly College Massachusetts di Amerika Serikat. Karirnya malang melintang di bisnis, di antaranya sebagai Direktur Keuangan dan Direktur Utama PT Astra Internasional. Rini juga pernah menjadi Wakil Kepala Badan Penyehatn Perbankan Nasional pada tahun 1998. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan di Kabinet Gotong Royong (2001-2004).

18. Menteri Koperasi dan UKM: AAGN Puspayoga

AA Gede Nugrah Puspayoga adalah lulusan Universitas Ngurah Rai, Denpasar. Ia juga pernah menjadi dosen di almamaternya. Di bidang pemerintahan, Puspayoga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali pada 2008-2013.

19. Menteri Perindustrian: Saleh Husin

Saleh Husin mengaku tak menyangka bakal mengemban tugas berat sebagai menteri. Kebahagiaan langsung dikabarkan kepada keluarganya di Nusa Tenggara Timur dan Jakarta. Pria kelahiran Rote Ndao ini sempat berjualan kue di kampung halamannya, sebelum akhirnya menjadi direktur di sebuah perusahaan pada 1998.

20. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel

Rahmat Gobel adalah Direktur Utama PT Gobel Internasional, induk perusahaan Kelompok Usaha Gobel. Sarjana Ilmu Perdagangan Internasional dari Chuo University, Tokyo, Jepang ini juga menjadi Doktor Kehormatan dari universitas yang sama. Di PT Gobel Indonesia, Rahmat sudah menjadi Presiden Direktur sejak 1993 lalu.

21. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman

Amran Sulaiman adalah peraih Cumlaude saat menjalani program Doktor Ilmu Pertanian di Universitas Hasanudin (2008-2012). Banyak berurusan dengan hak paten serta surat izin khusus terkait urusan pertanian.

22. Menteri Kketenagakerjaan: Hanif Dakhiri

Hanif Dhakiri saat ini sebetulnya adalah anggota DPR periode 2014-2019. Lulusan IAIN Walisongo Salatiga ini pernah menjadi staf khusus Menakertrans (2006-2007). Kini menjadi Sekjend DPP PKB.

23. Menteri PU dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimulyono

Basuki Hadimuljono berhadapan dengan tugas berat: mengisi kekurangan rumah sedikitnya 15 juta unit. Masa depan perumahan rakyat, menurut banyak pengamat, sangat tergantung pada kemauan menteri dan pemerintahan yang sekarnag.

24. Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan: Siti Nurbaya

Siti Nurbaya sudah menjadi PNS sejak tahun 1979, termasuk jadi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Lampung. Begitu pindah ke Jakarta, karirnya langsung melesat. Pada 1998 ia menjadi Kepala Biro Perencanaan Kementerian Dalam Negeri.

25. Menteri Agraria: Ferry Mursyidan Baldan

Ferry Mursyidan Baldan adalah salah satu Ketua DPP Partai Nasional Demokrat yang lahir dan besar di Jakarta. Lulusan Universitas Padjajaran ini sudah berkiprah di Parlemen sejak 1992. Jabatan tertingginya adalah Wakil Ketua Komisi II DPR (Fraksi Partai Golkar) dan Ketua Pansus RUU Pemilu Legislatif. Ferry juga pernah terjun ke Kosgoro dan di Golkar pernah menjadi Ketua Departemen Pemuda DPP Partai Golkar pada 1998.

26. Menko Pembangunan Kemanusian dan Kebudayaan: Puan Maharani

Puan Maharani putri kandung Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Dia adalah anggota Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR periode 2014-2019. Di tubuh PDIP pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat, juga Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antarlembaga.

27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifuddin

Lukman Hakim Saifudin termasuk nama yang paling diharapkan untuk bertahan sebagai Menteri Agama karena kiprah positifnya di bidang toleransi antar umat beragama. Menjabat sebagai Menteri Agama menggantikan Suryadharma Ali pada Juni 2014, nama Lukman terus moncer. Salah satunya ketika mengadakan acara buka puasa bersama dengan berbagai kelompok agama, termasuk kelompok agama minoritas. Sebelumnya, dia menjadi Wakil Ketua MPR RI.

28. Menteri Kesehatan: Nila Djuwita F Moeloek

Nila Moeloek pernah diproyeksikan jadi Menteri Kesehatan di Kabinet Indonesia Bersatu kedua di era Presiden SBY. Istri dari Menteri Kesehatan pada Kabinet Reformasi Pembangunan di bawah Presiden BJ Habibi ini masih aktif mengajar di Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia. Nila juga pernah menjadi Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2009-2014.

29. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa
Khofifah Indar Parawansa tercatat pernah menjadi anggota DPR untuk periode 2004-2009. Pada 1997 menuntaskan Magister Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dari Universitas Indonesia. Khofifah pernah juga menjabat sebagai Kepala BKKBN (1999-2001). Sebelumnya, smpat menjadi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan di Kabinet Abdurrahman Wahid (1999-2001). Saat ini, dia sebagai ketua umum Muslimat NU selama tiga periode.

30. Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak: Yohana Yambise

Yohana Yambise adalah profesor dan guru besar di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan, Universitas Cendrawasih. Perempuan kelahiran Manokwari, 1 Oktober 1958 ini adalah Sarjana Sarjana Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Cenderawasih. Yohana menyabet gelar Master pada 1994 dari Faculty of Education, Simom Fraser University British Colombia Canada.

31. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan

Anies Baswedan mulai dikenal luas dengan inisiatifnya yaitu Gerakan Indonesia Mengajar. Anies juga adalah rektor termuda di Indonesia. Ia pernah menjadi moderator dalam acara debat calon presiden pada 2009 silam, juga anggota Tim-8 dalam kasus dugaan pidana pimpinan KPK yaitu Bibit dan Chandra (2009). Setahun kemudian dinobatkan sebagai salah satu dari “Worlds 20 Future Figure” dari Majalah Foresight, Tokyo.

32. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi: M Nasir

M. Nasir meraih gelar Doktor dari University of Science, Penang, Malaysia. Terakhir pria kelahiran 1960 ini terpilih menjadi Rektor Universitas Diponegoro, Semarang pada September 2014. Rencana masih akan dilantik pada Desember mendatang. Ia bercita-cita mengembangkan kampusnya sebagai perguruan tinggi berbasis riset.

33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Iman Nahrawi

Politisi muda PKB ini adalah lulusan IAIN (kini UIN) Sunan Ampel Surabaya. Jabatan terakhir dia di PKB adalah sekretaris jenderal. Pernah menjadi anggota DPR 2009-2014. Presiden Jokowi yakin Imam akan menjalankan tugasnya dengan baik. Mantan ketua umum PMII Jawa Timur akan langsung mengemban tugas berat yaitu mengawal Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di tanah air.

34. Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi: Marwan Jafar

Marwan lahir di Pati, 12 Maret 1971. Dia ketua Fraksi PKB DPR RI 2014-2019, duduk di Komisi V yang membidangi pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Pendidikan S1-nya ditempuh di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Ia pernah juga menjadi Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU.

“Yang kita pilih ini punya kemampuan sesuai bidangnya, punya kemampuan manjerial yang baik,” ujar Jokowi. (ahay)