Politik

Romy Temui Ulama di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukerejo

Sabtu, 06 Desember 2014 12:49 wib

...
Romahurmuziy (kanan), Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya (santrinews.com/jurnal3)

Situbondo – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Surabaya Romahurmuziy menemui ulama di wilayah Situbondo, Jawa Timur, dan sekitarnya di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Asembagus, Jumat siang, 5 Desember 2014.

Pada pertemuan dengan ulama di kediaman KH Ahmad Azaim Ibrahimy, pengasuh pesantren yang didirikan oleh almarhum KH As’ad Syamsul Arifin tersebut, politisi yang akrab dipanggil Romy itu mengemukakan kehadirannya di wilayah Tapal Kuda untuk bersilaturrahim dan menjelaskan perkembangan PPP di pusat.

“Alhamdulillah Kiai Zaim (Azaim Ibrahimy) menyatakan mendukung kami secara penuh bersama dengan kiai dan ulama lainnya,” kata Romy.

Alasan dukungan Kiai Zaim bersama ulama lainnya itu, kata Romy, dengan berpedoman pada hukum fiqih, yakni mendukung kepengurusan yang direstui oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM yang sebelumnya mengakui DPP PPP pimpinan Romy.

“Jadi para ulama di Situbondo ini mendukung kami sampai ada keputusan hukum berkekuatan tetap. Mengenai putusan PTUN, kita tunggu 1,5 hingga dua tahun ke depan,” katanya.

“Kiai berpesan agar masalah PPP dilokalisir di pusat saja, sementara DPC, khususnya di Situbondo jalan terus, tidak usah terpengaruh. Kiai dan ulama juga meminta kami untuk menyebarkan dan menyosolisasikan perkembangan PPP ini ke kiai-kiai,” katanya.

Ia mengakui bahwa alumni Pesantren Salafiyah Syafi’iyah mencapai ribuan orang, namun untuk menyosialisasikan kepengurusan PPP yang dipimpinnya diserahkan ke para kiai. Ia mengistilahkan kiai sebagai “juru terang” mengenai PPP kepada para alumni pesantren Sukorejo ini.

Sementara Majelis Syariah PPP Situbondo KH Muhammad Jaiz Badri, seperti dilansir Antara mengemukakan bahwa pertemuan itu bertujuan untuk memperkuat hubungan keluarga besar PPP di pusat dengan cabang.

“Situbondo ini menjadi penyumbang suara terbanyak dan Kiai Zaim merupakan guru dari seluruh masyarakat. Jadi wajar kalau Pak Romy mengunjungi Kiai Zaim. Rencananya juga silaturrahim ke Kiai Kholil juga, tapi kebetulan Kiai Kholil berhalangan,” katanya.

Ia mengemukakan bahwa meskipun Kiai Zaim tidak duduk secara struktural di PPP, namun seluruh santri dan alumni sangat paham mengenai dukungannya kepada partai berlambang ka’bah itu.

“Kalau Situbondo dan Kiai Zaim ikut, maka semua kalangan di Tapal Kuda ini ikut juga karena di sini menjadi barometer,” katanya. (onk/saif)