Politik

Ini Tujuh Alasan SBY Masih Dibutuhkan Demokrat

Jum'at, 26 Desember 2014 11:59 wib

...
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (santrinews.com/kompas)

Jakarta – Sekretaris DPP Partai Demokrat Farhan Effendy mengatakan, kehadiran mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai tokoh bangsa mulai dirindukan rakyat Indonesia. Belakangan, rakyat mulai membandingkan antara kepemimpinan SBY dan Joko Widodo.

“Beberapa program pro rakyat dan keberhasilan pembangunan SBY menjadi bahan gunjingan rakyat di kampung-kampung dan di pojok-pojok desa,” kata Farhan, di Jakarta, Jumat 26 Desember 2014.

Hal itu pula, lanjut Farhan, yang mengakibatkan para kader Partai Demokrat meminta kembali SBY untuk menjadi ketua umum lima tahun ke depan.

Menurut Farhan, setidaknya ada tujuh alasan mengapa SBY harus memimpin kembali Partai Demokrat. Pertama, realitas umum yang mulai merindukan SBY. Kesantunan dan kesungguhan kepemimpinan SBY dalam memperjuangkan nasib rakyat masih dibutuhkan.

Kedua, tidak bisa ditutupi bahwa mayoritas program-program pemerintahan Jokowi adalah copy paste dari pemerintahan masa lalu, dan yang paling tahu secara detail adalah SBY. “Kehadiran SBY penting menjadi penyeimbang politik agar kerja mensejahterakan rakyat bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ketiga, saat ini Partai Demokrat masih membutuhkan pematangan dan pengentalan organisasi. “Dan SBY adalah konsolidator yang mampu mempersatukan semua elemen partai itu,” kata mantan aktivis PMII ini menegaskan.

Keempat, Partai Demokrat butuh kekuatan yang bisa menandingi partai lain. “Kami tahu figur SBY mampu mengangkat perolehan PD menjadi 10,2 persen pada Pemilu 2014 ditengah prediksi umum bahwa PD hanya mungkin mencapai 7 persen,” tandasnya.

Kelima, adanya krisis kepemimpinan dan politik yang, menurut Farhan, itu adalah bagian dari operasi ‘hegemoni kekuasaan’. “Hanya SBY lah yang sanggup mengatasi dan menandingi operasi semacam itu,” tegas Farhan.

Keenam, Partai Demokrat membutuhkan figur pembangkit moral dan kepercayaan diri. Terbukti SBY berhasil memimpin partai keluar dari masa yang sangat sulit tersebut, mulai membangun kembali kepercayaan diri kader serta merintis konsolidasi.

Ketujuh, Partai Demokrat harus menang. Farhan meyakini kepercayaan rakyat akan dapat dipulihkan pada pemilu 2019. Hal ini bisa terjadi, jika sambil terus memimpin partai untuk berpihak pada kepentingan rakyat, SBY mewujudkan Demokrat menjadi partai modern yang berbasis pada meritokrasi. (us/ahay)