Politik

Pesantren Ajari Santri untuk Mandiri, bukan Radikal

Jum'at, 29 Januari 2016 22:47 wib

Jakarta – Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay menyatakan bahwa pondok pesantren (ponpes) telah mengajarkan agama Islam dengan benar dan mampu menangkal radikalisme. Pesantren mengajarkan para santrinya untuk mandiri, bukan radikal.

“Sejak dulu pesantren telah melahirkan ulama yang menjadi agen sosial penyampai dakwah tentang bahaya radikalisme,” ujar dia.

Saleh menilai, pesantren cukup efektif untuk menghalau unsur-unsur radikalisme dan upaya-upaya perekrutan untuk menjadi teroris.

“Pengajar dan santri senior biasanya memantau perilaku santri sejak awal masuk hingga ibadah sehari-hari,” kata politisi PAN ini.

Selain itu, lanjut Saleh, pesantren juga mewajibkan tiga bahasa bagi santrinya untuk berkomunikasi, yakni Indonesia, Inggris, dan Arab. Hal ini sangat berguna untuk menghindari mereka salah menangkap informasi dari warga asing.

Dengan pengetahuan agama yang mereka miliki, Saleh yakin, santri tak mudah dicuci otaknya untuk menjadi teroris. (us/rol)