Politik

Buya Syafii: Politisi Muda Harus Contoh Kenegarawanan Bung Hatta

Jum'at, 11 Maret 2016 20:02 wib

...
Cendikiawan muslim Ahmad Syafii Maarif (santrinews.com/ist)

Jakarta – Cendikiawan muslim Ahmad Syafii Maarif meminta politisi muda agar mencontoh sikap kenegarawanan para pemimpin bangsa Indonesia di masa lalu seperti Bung Hatta.

Hal tersebut disampaikan saat menjadi Keynote Speaker pada acara seminar “Menggagas Keadaban Politik di Indonesia dan Wisuda Sekolah Politisi Muda” yang diselenggarakan Yayasan SATUNAMA di Hotel Aryaduta, Jl Jendral Sudirman Jakarta, Kamis, 10 Februari 2016.

“Para politisi muda harus bisa mencontoh sikap kenegarawanan para pemimpin bangsa di masa lalu,” kata Buya Syafi’i, panggilan akrab mantan ketua umum PP Muhammadiyah, ini.

Menurut dia, Bung Hatta adalah sosok moralis dan demokrat sejati yang selalu sejalan antara perkataan dan perbuatannya. “Saya juga mengapresiasi yang dilakukan oleh Yayasan SATUNAMA dengan Sekolah Politisi Muda ini,” tandasnya.

Prof Dr Hamdi Muluk, penggagas sekaligus guru politisi muda menjelaskan bahwa pengertian menjadi politisi yang “sesungguhnya” adalah untuk membedakan dengan politisi instan “karbitan” yang tiba-tiba mendominasi setiap kontestasi politik. Terlepas, itu elit partai politik, calon legislatif atau calon kepala daerah.

“Hampir sebagian besar partai politik di Indonesia masih mengidap penyakit fundamental, antara lain tingkat institusional yang rendah, ketidakmandirian dalam pendanaan di tentukan oleh kekuatan oligarki, manejemen yang buruk, dan persoalan budaya organisasi yang cenderung korup,” tukasnya.

Sekolah Politisi Muda (SPM) adalah program pendidikan politik dan demokrasi bagi politisi muda indonesia, di bawah payung Program CPID (Civilizing Politics For Indonesian Democracy). CPID berdiri dengan berlandaskan pada pemikiran bahwa kegiatan politik sangat menentukan bagi berkualitas tidaknya kehidupan demokrasi.

“Ini sekaligus adalah terobosan jangka panjang untuk engagement antara dua kekuatan demokrasi yaitu organisasi masyarakat sipil dan partai politik yang selama ini jalan sendiri-sendiri,” tambah Insan Kamil, Kepala Sekolah Politisi Muda Yayasan SATUNAMA.

“Kegiatan ini sangat menggugah kesadaran kami bahwa keberadaan kami sebagai politisi muda memiliki tanggung jawab bagaimana mengembangkan politik yang lebih berkeadapan dan demokratis,” kata Lilyana Phandheirot, salah satu peserta terbaik politisi muda angkatan pertama yang mewakili delegasi DPW Partai NasDem Jawa Timur. (shir/onk)