Politik

Partai Islam Sambut Baik Ide Koalisi Usung Mahfud MD

Senin, 02 September 2013 21:05 wib

...
Mahfud MD (santrinews.com/istimewa)

Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dinilai sebagai sosok yang sangat tepat untuk diusung partai-partai berbasis Islam dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Penilain ini dilontarkan para pengamat. Elit partai berbasis Islam pun menyambut baik.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta, Bachtiar Ali, mengatakan, langkah Mahfud MD menolak ikut Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat seharusnya bisa menjadi pertimbangan partai-partai Islam untuk berkoalisi mengusungnya menjadi calon presiden.

Menurutnya, hal ini bisa menguntungkan keduanya, baik koalisi partai maupun Mahfud.

“Saya kira dengan melakukan sosialisasi intens, itu caranya, tidak ada alternatif lain kecuali melalui koalisi partai Islam karena Pak Mahfud batal ikut konvensi,” kata Bachtiar.

Bahctiar mengatakan, Mahfud pantas diusung menjadi calon presiden oleh semua partai Islam karena mengerti permasalahan Indonesia, memiliki solusi yang bertumpu pada penegakan hukum, dan berintegritas.

Mahfud dinilai lebih menjanjikan karena memiliki basis politik di PKB dan basis sosial di Nahdlatul Ulama. Sebelum menjabat ketua MK, Mahfud MD tercatat sebagai wakil ketua umum DPP PKB. Bahkan di awal reformasi, dia termasuk salah satu tokoh pendiri Partai Amanat Nasional (PAN).

Dalam perhitungan Bahctiar, bila partai-partai Islam berkoalisi, maka perolehan suaranya mencapai lebih dari 20 persen suara nasional. Namun, Bachtiar mengakui, koalisi partai Islam tak mudah dilakukan karena belum pernah terjadi pada masa-masa sebelumnya.

“Mungkin partai Islam tidak punya sejarah untuk berkoalisi dan menyodorkan satu calon. Ini saatnya, kalau ini terjadi luar biasa sekali,” kata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 31 Agustus 2013.

Menurut Siti Zuhro, peluang terbaik Mahfud maju sebagai calon presiden adalah bila diusung oleh partai-partai Islam. karena itu, keinginan Mahfud MD maju sebagai calon presiden haru direspon cepat partai-partai berbasis Islam.

Mahfud dinilai sebagai calon yang mumpuni dan belum menentukan kendaraan politik yang akan digunakannya pada pesta demokrasi lima tahunan itu.

Wacana itu pun disambut baik partai-partai berbasis Islam. Diantaranya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Mahfud MD layak dipertimbangkan untuk diusung menjadi calon presiden. Pasalnya, elektabilitas, kemampuan, dan integritas Mahfud dianggap memenuhi kriteria sebagai calon presiden.

Ketua Umum DPP PKB H A Muhaimin Iskandar menilai, Mahfud MD merupakan salah satu tokoh yang layak diusung sebagai calon presiden dari koalisi partai Islam.

Di internal PKB, kata Muhaimin, nama Mahfud MD sering diusulkan untuk diusung sebagai calon presiden. Namun, PKB belum mengambil keputusan terkait siapa tokoh yang akan diusungnya.

“Belum ada pembicaraan soal koalisi partai Islam, tapi saya menyambut baik, dan Mahfud MD tokoh yang potensial,” kata mantan ketua umum PB PMII ini, di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Senin 2 September 2013.

“Saya lihat Mahfud MD bagus untuk dipertimbangkan,” kata anggota Majelis Syuro PKS Jazuli Juwaini.

Menurutnya, Mahfud memenuhi semua kriteria untuk diusung menjadi calon presiden. Elektabilitas, kemampuan, dan integritas moral dan keagamaan seorang Mahfud MD tak dapat diragukan untuk didorong maju menjadi calon presiden partai-partai Islam.

Ketua DPP PPP Reni Marlinawati juga mengakui jika Mahfud MD merupakan salah satu sosok yang kerap diperbincangkan di internal partai berlambang Ka’bah itu.

PPP, kata Reni, menyambut baik wacana koalisi partai-partai Islam mengusung Mahfud MD sebagai calon presiden periode 2014-2019.

Menurutnya, koalisi tersebut dapat memperkuat perolehan suara partai-partai bernuansa Islam secara nasional.

Namun, lanjut Reni, partainya baru akan mengambil keputusan dalam rapat kerja nasional. “Pastinya koalisi partai Islam supaya yang kecil-kecil bisa digabung seperti sapu lidi, supaya jadi kuat,” kata Reni.

Mahfud MD telah berulang kali menyatakan diri siap menjadi calon presiden 2014-2019. Meski secara historis memiliki hubungan dengan PKB, tetapi Mahfud belum memutuskan maju menjadi calon presiden melalui partai mana pun.

Ia sempat diundang Komite Jonvensi Demokrat, tetapi akhirnya membatalkan keikutsertaannya karena menganggap aturan konvensi yang tidak transparan.

Kesempatan partai-partai Islam untuk berkoalisi mengusung Mahfud MD sebagai calon presiden 2014 terbuka lebar. Akankah layu sebelum berkembang? Kini, tinggal bagaimana para elit partai-partai Islam merespon kesempatan itu?. (ahay)