Politik

Hari Santri, FKB Malang: Bukti Negara Menghargai Jasa Kaum Santri

Sabtu, 15 Oktober 2016 15:49 wib

...
Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Malang Moch Syahrawi Yazid saat menyambut kedatangan peserta Kirab Hari Santri di depan Balai Kota Malang, Jumat 14 Oktober 2016 (santrinews.com/ist)

Malang – Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2016 ini berlangsung cukup semarak. Di sejumlah daerah diperingati dengan beragam kegiatan.

Peserta Kirab Hari Santri diawali dari Banyuwangi, pada 13 Oktober lalu, dan puncaknya di Jakarta pada 22 Oktober mendatang. Setiap daearah yang disinggahi pun disambut ribuan santri.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Malang Moch Syahrawi Yazid mengaku bangga. “Ini wujud cinta santri pada NKRI ini sangat kuat,” tegasnya, Sabtu, 15 Oktober 2016.

Hari Santri Nasional ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo bertepatan dengan tanggal 22 Oktober pada tahun 2016. Itu dipilih bertepatan dengan tanggal dikeluarkannya Resolusi Jihad oleh Hadratus Syaikh KH M Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Penetapan tersebut, menurut Syahrawi, sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan para Kiai dan kaum santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI.

“Peran Kiai dan santri dalam merebut kemerdekaan bangsa ini tidak boleh dihilangkan oleh sejarah,” tegas mantan Ketua IPNU Kota Malang ini.

Sebab, kata dia, sejarah telah mencatat, bahwa para Kiai dan kaum santri telah berkorban pikiran, tenaga, harta, dan bahkan nyawa pun dipertarukan demi merebut kemerdekaan RI dari para penjajah.

“Maka sudah sewajarnya pemerintah mengabadikan moment bersejarah itu, dengan menjadikannya sebagai hari nasional, dan kami sangat apresiasi itu,” jelas politisi muda kelahiran Sumenep ini.

kedepan, menurut Syahrawi, pemerintah dalam membangun Negara ini, dalam merealisasikan programnya, dengan tetap memperhatikan kaum santri dan pondok pesantren. Sehingga keberadaan pesantren semakin terberdayakan dan mampu melahirkan generasi yang unggul. (man/onk)