Politik

2 Kader NU Maju Pilgub Jatim, Adik Gus Dur: Jangan Gegeran

Senin, 13 November 2017 03:30 wib

Surabaya – Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, KH Salahuddin Wahid memprediksi akan ada gesekan antartokoh NU saat Pilgub Jatim 2018. Itu karena Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa, yang sama-sama tokoh NU, sudah menyatakan akan maju Pilgub Jatim.

“Ini (Pilgub Jatim 2018) diperkirakan akan terjadi gesekan yang itu terjadi sesama tokoh NU, ini tidak baik,” kata KH Salahuddin Wahid dalam pelantikan Pengurus Hidmah Silaturahim Santri Nusantara di Pondok Pesantren At Tauhid, Jalan Sidosermo, Surabaya, Ahad, 12 Nopember 2017.

Menurutnya, diperlukan tokoh NU yang memprakarsai dengan mengundang keduanya agar dalam berkampanye mempunyai etika dan berakhlak sehingga tidak terjadi gesekan sesama NU.

“Mestinya ada pihak yang mengambil prakarsa untuk mengundang kedua calon. Nah ini butuh pihak yang di luar dua kelompok ini mencoba mencari jalan bagaimana caranya kita membicarakan etika berkampanye, akhlak berkampanye. Apa yang tidak boleh disampaikan, apa yang boleh disampaikan,” ungkap adik Gus Dur ini.

Dalam urusan pemilu atau pilkada, dalam satu keluarga bisa bermusuhan. Oleh karena itu, Gus Solah, sapaan akrabnya, berpendapat dibutuhkan tokoh NU yang netral.

“Ini perlu karena tidak menjamin, bahkan satu keluarga saja kalau urusan pemilu itu bisa gegeran. Jadi mudah mudahan kita bisa atasi itu,” harap dia.

Gus Solah sendiri mengaku dirinya tidak mungkin menjadi tokoh yang netral. Ia mengatakan, jika dirinya sebagai tokoh penengah pasti akan ada beda pendapat.

“Saya tidak bisa karena saya mungkin pihak yang juga mungkin berbeda pendapat,” ujarnya.