Politik

Jalan Sehat di Bojonegoro, Khofifah Dielu-elukan Ribuan Warga dan Santri

Minggu, 11 Februari 2018 15:16 wib

...

Bojonegoro – Ribuan warga Bojonegoro mengelu-elukan kehadiran bakal Cagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam acara Jalan Sehat Bareng Memperingati Hari Ulang Tahun ke-11 Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al Fatimah dengan mengambil start dan finish di Jalan Pondok Bambu 01, Sukorejo, Ahad, 11 Februari 2018.

Turut hadir mendampingi Khofifah sejumlah kiai, pejabat, tokoh masyarakat serta politisi. Di antaranya Pengasuh Ponpes Al Fatimah KH Tamam Syaifuddin, ketua Partai Demokrat Bojonegoro, Sekda Bojonegoro Suhadi Mulyono, Ketua Muslimat Bojonegoro Mitroatin, serta Ketua Harian DPD Partai Golkar Jatim Freddy Poernomo.

Khofifah yang datang dengan mengenakan setelan pakaian olahraga berwarna biru tosca dan trining hitam untuk melepas peserta jalan sehat, langsung disambut ribuan masa terdiri dari masyakarat Bojonegoro dan para santri yang sejak pagi menunggu kehadirannya.

Sambutan kian heboh saat Khofifah mulai masuk di kerumunan massa dan langsung diserbu warga yang ingin mengajak swa foto maupun berebut jabat tangan. Sampai-sampai pihak keamanan terlihat kerepotan dan harus dibantu panitia untuk memastikan Khofifah bisa naik panggung untuk menyampaikan pidatonya.

“Para Santri Al Fatimah apa kabar? Warga Bojonegoro apa kabar? Terima kasih atas sambutan yang luar biasa ini,” seru Khofifah yang disambut lambaian tangan peserta jalan sehat.

Mantan Menteri Sosial itu menyampaikan acara jalan sehat perlu digencarkan stakeholder serta pengelola Ponpes, sebagai upaya membangun generasi penerus bangsa yang sehat.

“Jika pesantren gemar menggelar jalan sehat, maupun selalu menjadwalkan olahraga setiap pagi, tentu para santri akan sehat dan menjadi generasi cemerlang yang mampu menjadi tonggak pembangunan NKRI,” tuturnya.

“Kalau kita berupaya hidup dengan gaya hidup yang sehat, selain pikiran bisa fresh dompet kita juga sehat. Artinya, kita tidak selalu mengeluarkan uang untuk berobat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memotivasi para santri agar bisa berprestasi dan menjadi pemimpin di masa mendatang. “Jika santri menjadi jenderal AD, AL, AU, maka upaya mengawal NKRI semakin menjadi tonggak yang kuat,” katanya.

Tak lupa Khofifah mendorong agar santri bisa menjadi pemimpin nasional. Dia mencontohkan KH Abdurraham Wahid (Gus Dur) yang suksea menjadi presiden RI. “Dari pesantren, terlahir akademisi, mengembangkan aspek spiritual dan ilmu pengetahuan yang menjaga kemaslahatan warga bangsa,” ujarnya.

Sebelum memberangkatkan ribuan peserta jalan sehat, Khofiffah memohon doa restu serta meminta dukungan kepada para Kiai dan warga Bojonegoro agar diberi kesuksesan di Pilgub Jatim 2018.

“Seluruh masyarakat Bojonergoro, Kiai Tamam, nyuwun doa pangestu panjenangan serta dukungan. Saya Khofifah dan Bapak Emil, insyalllah akan maju dan bisa memimpin serta membawa manfaat barokah. Jatim makin maju dan berkeunggulan,” ungkapnya.

Khofifah Peduli Pesantren
Permintaan dukungan juga disampaikan Ketua Harian DPD Partai Golkar Jatim, Freddy Poernomo agar peserta jalan sehat dan warga Bojonegoro mendukung dan memilih Khofiffah-Emil di Pilgub 2018 yang digelar pada 27 Juni mendatang.

“Insyallah beliau juga perhatian terhadap pembangunan Ponpes, termasuk Al Fatimah. Kami sebagai bagian dari pendukung Bu Khofiffah, tidak ada salahnya mohon doa restu atas diusungnya Bu Khofiffah dan Pak Emil Elistianto Dardak,” katanya.

Freddy meyakini, jika Khofiffah-Emil diberi mandapat dan amanat memimpin Jatim periode 2019-2024, maka semua Ponpes akan selalu diperhatikan dalam segi pembangunannya.

“Jika memimpin Jawa Timur, program Pak Gubernur (Soekarwo) yang saat ini sudah membantu membangun Ponpes, pasti akan diteruskan oleh Ibu Khofifah dan Bapak Emil,” tandasnya. (*)