Politik

Tuding FNKSDA Politis, Satria Gerindra Siap Kawal Safari Politik Sandiaga di Sumenep

Jum'at, 28 September 2018 12:39 wib

...
Ketua Umum SATRIA Gerindra, Nizar Zahro (santrinews.com/ist)

Surabaya – Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno dijadwalkan akan melakukan safari politik di Sumenep Madura, Ahad, 30 September 2018. Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA), salah satu sayap Partai Gerindra, siap mengawal dan menjamin keamanan Sandiaga.

“Acara ini adalah kegiatan konstitusional dalam rangkaian agenda besar Pemilu 2019,” kata Ketua Umum SATRIA, Moh Nizar Zahro, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 28 September 2018.

Baca: Sandiaga Uno Komitmen Wujudkan Ekonomi Berkeadilan bagi Umat Islam Madura

Pernyataan jaminan disampaikan Nizar merespon gerakan penolakan dari Front Nahdliyyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Sumenep. Nizar menyebut gerakan itu sebagai bentuk provokasi murahan.

“Sekali lagi perlu diingatkan kepada semua untuk tidak melakukan provokasi di Sumenep,” tegas anggota Fraksi Gerindra DPR RI asal Madura ini.

Sebelumnya, FNKSD menyebut Sandiaga Uno adalah salah satu orang penting di balik “kejahatan-ekstraksi” Tambang Emas Tumpang Pitu di Banyuwangi. PT Merdeka Copper Gold Tbk, perusahaan tambang milik Sandiaga, melalui anak usahanya PT Bumi Suksesindo (BSI), telah “merampas” bukit dan lahan hijau pegunungan di Tumpang Pitu.

Karena itu, sebagai bentuk penghormatan dan dukungan kami kepada rakyat Tumpang Pitu yang hingga kini memperjuangkan kedaulatannya meski beberapa kali diintimidasi oleh pihak korporasi, FNKSD mengajak seluruh pihak menolak kedatangan Sandiaga di Sumenep.

Baca: Aktivis Lingkungan Tolak Kedatangan Sandiaga Uno di Madura

Nizar meyakini, sebagai tuan rumah, warga Sumenep akan memberikan sambutan yang hangat dan gegap gempita atas kunjungan Sandiaga. “Warga Sumenep dipastikan menjaminnya dari anasir-anasir jahat pihak yang tidak bertanggung jawab,” tukasnya.

Menurut Nizar, sebagai negara hukum, lebih baik persoalan hukum diserahkan kepada pihak berwajib, termasuk FNKSDA bisa menempuh jalur hukum bila merasa memiliki bukti.

“Tapi bila melakukan provokasi di Sumenep, maka SATRIA yang akan menghadapinya,” Nizar menantang.

SATRIA, lanjut Nizar mengimbau semua pihak agar menjunjung tinggi aturan Pemilu. “Mari jadikan Pemilu ini berjalan dengan damai dan menyenangkan.”

Nizar menambahkan, FNKSDA hanya organisasi abal-abal yang tidak memiliki track record dalam advokasi kasus-kasus sumber daya alam.

FNKSDA hanyalah organisasi jadi-jadian yang dibentuk sebagai wujud kepanikan atas makin melejitnya sosok Sandiaga Uno,” pungkasnya. (*)