Politik

Ingin Masuk Surga, Jubir Alumni 212: Cintai Prabowo-Sandi

Jum'at, 12 Oktober 2018 22:17 wib

...
Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin, di hadapan para 'Perempuan Prabowo' di Jl. HOS Cokroaminoto 93, Jakarta Pusat (santrinews.com/detik)

Jakarta – Pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat energi baru berupa dukungan dari kaum perempuan.

Mereka menamakan diri ‘Perempuan Prabowo’ dan dideklarasikan di Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Jl HOS Cokroaminoto 93, Jakarta Pusat, Jumat sore, 12 Oktober 2018.

Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mendapat kesempatan menyampaikan doa. Namun sebelum berdoa, Novel berbicara soal ‘kunci’ masuk surga.

Novel awalnya menyapa perempuan yang hadir dalam deklarasi. “Bu, mau masuk surga? Cinta sama Allah? Cinta sama Rasulullah? Cinta sama Prabowo? Cinta sama Sandiaga Uno? Betul? Takbir!. Insyaallah masuk surga,” kata Novel.

Novel berbicara lebih jauh soal kunci masuk surga. Dia menyebut nama Farhat Abbas, yang juga sempat berbicara tentang ‘surga dan neraka’.

“Yang di sono, yang kunci bukan sama Farhat, bukan, di sini. Masa masuk surga sama pendukung penista agama. Betul nggak?,” katanya.

“Kira-kira kalau ada orang penista agama masuk surga nggak? Ya nggak. Masa masuk surga pendukung penista agama. Ulamanye malah dikriminalisasi,” imbuh Novel.

Novel mengajak seluruh perempuan yang hadir dalam acara ini berkomitmen mendukung Prabowo-Sandi. Menurutnya, ini jihad dalam jalur konstitusi.

“Ini perjuangan suci, Ibu, perjuangan jihad konstitusional. Betul?,” sebut Novel disambut jawaban ‘betul’.

Sementara, Ketua Perempuan Prabowo, Inge Mangundap menyatakan Prabowo-Sandi dinilainya mengerti permasalahan kaum perempuan. Mereka pun sepakat untuk menjadi juru kampanye Prabowo-Sandi di daerah masing-masing.

“Ini Pilpres yang harus dimenangkan Pak Prabowo. Kita bertanggung jawab menang. The power of emak-emak jadi juru kampanye di daerah masing-masing. Suami, anak-anak, tetangganya, harus memilih Prabowo,” ujar Inge dalam sambutannya. (us/dtk)